header-pojok-alfiana

Membangun Ruang Nyaman Lewat Blog, Ini 6 Alasanku Nulis di Blog

membangun ruang nyaman di blog


Memutuskan untuk membuat blog adalah keputusan yang cukup serius buatku. Membuat blog saja itu mudah, tetapi untuk mempertahankannya itu yang sulit. Membangun blog layaknya membangun sebuah rumah. Membangun saja tidak cukup, tetapi juga perlu dirawat, diisi dengan perabotan, dibersihkan, dijaga baik-baik, dan dijadikan sebagai tempat tinggal yang nyaman.

Di tulisan sebelumnya, aku bercerita perjalananku mengapa akhirnya memilih menulis sebagai salah satu kegiatanku. Selain memang karena terlanjur hampir basah, menulis punya segudang manfaat untukku pribadi. Untukku sendiri, menulis itu salah satu bentuk release perasaan. Rasanya itu lega banget kalau sudah nulis panjang lebar mengenai perasaan kita. Dan jika yang kita tulis itu adalah hal baik maka menulis juga termasuk perbuatan baik, sehingga dengan menulis kita termasuk melakukan kebaikan, dan menurut Al Qur’an jika kita berbuat baik maka kita akan mendapat pahala. Syukur jika tulisan kita dapat memberikan impact untuk orang lain, itu kita bisa masuk di kategori selanjutnya, yaitu bermanfaat untuk orang lain. Temen-temen tahu, bermanfaat untuk orang lain disebut dalam hadits akan menjadi sebaik-baiknya manusia.

Aku sudah mencoba beberapa medium menulis, seperti journalling di buku diary pribadi (ini masih kulakukan sampai sekarang, dan karena ini pribadi maka ini tidak bisa dibagikan kepada orang lain), menulis di instagram (ini yang paling sering kulakukan), dan menulis di proyek antologi. Lalu kenapa sekarang mencoba untuk menulis di blog? Sebetulnya menulis di blog bukan hal baru tetapi memang belum konsisten dilakukan. Jadi, kalau dijabarkan, ini beberapa alasan mengapa aku juga memilih blog sebagai medium untuk menulis.

6 Alasan Menulis di Blog


alasan menulis di blog


Melatih Konsistensi Menulis


Menulis bukan hal baru untukku, baik menulis tulisan akademik maupun naskah non akademik. Aku menulis naskah akademik untuk keperluan membuat tugas ilmiah, membuat jurnal ilmiah, membuat modul pembelajaran, menulis rangkuman untuk dibagikan kembali atau hanya sekadar menulis tulisan-tulisan pendek resume bacaan panjang untuk diri sendiri. Untuk naskah non akademik, aku seringnya menulis sinopsis atau konse sebuah buku untuk proyek menulis Aksara Bersama. Yang paling membutaku senang saat menulis journalling, meluapkan perasaan dan pikiranku di sebuah buku diary. Aku juga menjadi editor buku di Aksara Bersama, jadi seringnya malah enggak nulis, tapi mengedit. Beberapa kali menulis tulisan agak panjang yang bisa dibagikan itu paling mentok di instagram, tapi rasanya kurang puas, kurang panjang, kurang leluasa juga.

Jadi, tujuanku memilih menulis di blog adalah untuk melatih konsistensi menulis di luar pekerjaan. Karena jujur saja, ketika sudah pegang naskah untuk diedit atau sedang menjadi leader proyek buku antologi waktunya sudah habis dan rasanya sudah bosan plus lelah untuk melihat tulisan lagi. Paling mentok nulis journalling atau di instagram story. Ditambah pekerjaanku sebagai seorang pengajar juga mengharuskanku untuk banyak membaca dan menulis, jadi benar-benar sudah mengurasa waktu dan pikiran.

Sehingga, rasa-rasanya aku perlu medium untuk menulis yang bebas dan konsisten tanpa ikatan karena pekerjaan. Just writing for me. Menulis dengan tema yang aku lagi pengen tulis, sepanjang yang aku mau, sebebas yang aku mau. Karena tujuannya untuk menulis aja gitu. Untuk bisa konsisten menulis.


Mencari Jati Diri


Di tulisanku sebelumnya, aku menulis perjalanan mengapa akhirnya ada kegiatan menulis di hidupku yang sampai sekarang masih aku lakukan. Nah, sebenernya, aku juga belum merasa 100% banget mengiyakan bahwa aku itu suka menulis dan bisa menulis. Hehe. Karena jujur saja, aku pun juga menyukai dan mencoba hal-hal lain.

Menulis termasuk hal yang sudah lama aku lakukan , tetapi aku belum bisa memastikan apakah ini hal yang aku sukai? Apakah menulis benar-benar membuatku bahagia? Apakah menulis ini adalah hobi? Apakah benar-benar bisa dibilang ini kelebihanku bahkan menjadi keterampilanku? Untuk menjawab kegundahan hatiku, aku beranikan diri untuk nyemplung sekalian, salah satunya dengan nyemplung nulis di medium blog ini. Semoga setelah konsisten ngeblog aku bisa menemukan jawaban atas kegundahan hatiku ini.


Menambah Skill


Melanjutkan dari poin sebelumnya, bahwa aku belum menemukan jawaban apakah menulis ini benar-benar bisa menjadi keterampilanku? Dan… Here I’m! Aku sekalian nyemplung untuk belajar menulis, belajar konsisten menulis lewat medium blog. Karena juga sudah terlanjur hampir basah, maka sekalian nyemplung.

Harapanku, menulis ini terutama menulis lewat blog bisa menjadi keterampilan untukku. Dari keterampilan tersebut bisa mendukungku untuk berkarya. Yang tentu saja, keterampilan ini bisa jadi bekal untuk diriku di masa yang akan datang. Entah nanti setelah menikah aku akan jadi full time mom ataupun tetap bekerja aku punya keterampilan tambahan yaitu menulis (sekarang pun belum menikah juga bisa jadi keterampilan yang positif). Jadi, sekarang atau nanti gak akan bingung mau di rumah aja atau tetap bekerja tetap punya ide mau ngapain? Yaa.. nulis, hehe.


Menemukan Diri Sendiri


Poin ini sebenernya agak curhat, jadi saat ini, aku itu belum menemukan satu hal yang bener-bener aku suka. Belum menemukan satu hal yang benar-benar pengen aku tekuni. Aku termasuk tipe yang suka sekali bertanya-tanya akan suatu hal, mudah penasaran, ingin mencoba hal baru, dan suka tantangan.

Meski sekarang aku sudah bekerja, yang notabene bidang pekerjaanku juga inline dengan jurusan kuliahku (eh jurusan S1 – S2 ku juga cross major sih, ini juga akibat aku penasaran dengan bidang ilmu tersebut), tapi aku masih merasa pengen mengembangkan diri di bidang yang lain, selain bidang dari keilmuan akademis dan pekerjaanku. Yaa agak repot dan membutuhkan waktu sih, cuman ya pengen dan penasaran, jadi dicoba saja, daripada penasaran seumur hidup, kan!

Jadi, dengan menulis di blog ini, nantinya kan aku akan berusaha konsisten nulis (bismillah yaa!!) aku punya harapan bisa tahu hal yang aku ingin pelajari lebih dalam, yang bisa jadi aku juga akan tahu hal yang akan aku tekuni. Jangan-jangan memang aku suka banyak hal!! Hahaha let’s see!!


Menabung Kebaikan


Aku percaya bahwa menulis adalah salah satu kegiatan yang positif, dengan catatan yang kita tulis juga hal baik. Bahkan sekedar menulis journalling aja itu menurutku juga sebuah kebaikan, karena kita membantu diri kita untuk release perasaan, jadi itu termasuk self love juga. Apalagi yang kita tulis itu sebuah tulisan yang baik, insyaAllah akan tercatat sebagai kegiatan kebaikan juga.

Lebih-lebih jika tulisan kita punya dampak baik untuk pembaca, double deh insyaAllah. Dampak baik itu nggak harus yang inspiratif buangett gitu, atau isinya tentang ayat-ayat semua, enggak. Semisal tulisan kita mengingatkan akan sesuatu, tulisan kita menenangkan untuk orang lain, tulisan kita bisa jadi rujukan tip dan trik, atau bahkan sekadar bisa menghibur itu juga bisa kategori tulisan yang baik.

Spirit ini terinspirasi dari Al-Qur’an surat Ali ‘Imran ayat 57,


Dan adapun orang yang beriman dan melakukan kebajikan, maka Dia akan memberikan pahala kepada mereka dengan sempurna. Dan Allah tidak menyukai orang zalim."


Media Berbagi


Menyambung poin nomor 5 di mana aktivitas menulis itu termasuk kebaikan. Nah, apabila kita menulis di blog, maka itu akan memudahkan kita untuk membagikan tulisan kita kepada orang lain. Kenapa harus dibagikan tulisannya? Jawabannya adalah untuk mendapat audiens yang lebih banyak. Tulisan yang baik jika memberi dampak baik untuk orang lain, maka kita sebagai penulisnya juga akan mendapatkan kebaikan dan bisa masuk kategori bermanfaat untuk orang lain loh. Dan, double hacknya lagi, orang yang bermanfaat itu bisa masuk kategori sebaik-baiknya manusia, loh.

Poin ini, terinspirasi dari dua hadits berikut nih dear,

          

     Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893).

        

        Dan sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Al-Qadlaa’iy dalam Musnad Asy-Syihaab no. 129, Ath-Thabaraaniy dalam Al-Ausath no. 5787).



Itu tadi 6 Alasan mengapa aku memilih blog untuk menjadi media menulisku. Kalau kamu apa nih alasannya memilih menulis di blog, dear? Boleh dong berbagi cerita denganku 😊


Tapi, dear, menulis di blog tentu tidak mudah, apalagi terkait menejemen waktu. Aku juga pengen berbagi cara bagaimana aku memenejemen waktu untuk bisa konsisten menulis,


5 Hal Menejemen Waktu untuk Konsisten Menulis di Blog


menejemen waktu menulis

Temukan big why


Big why atau alasan besar yang mendasari kamu untuk menulis itu apa? Nah, ini harus ditemukan dulu, kalau bigwhy-ku ada di 6 poin di atas, yaitu untuk melatih konsistensi menulis, mencari jati diri, menambah skill, menemukan diri sendiri, menabung kebaikan, dan media untuk berbagi. Menurutku, 6 bigwhy tersebut sudah sangat mewakili dan bisa membuat semangat terus melecut.

Kalau sudah menemukan bigwhy, maka tinggal diingat-ingat terus bigwhy apa? Kalau perlu ditulis dan ditempel di papan, atau dijadikan wallpaper di handphone. InsyaAllah kalau bigwhy-nya sudah ketemu, maka api semangat bisa terus menyala.


Tidak menunda


Sebetulnya, tidak ada tip khusus dalam menejemen waktu. Kerjakan yang perlu dikerjakan, menunda 1 menit berarti menunda untuk selesai. Begitu ada tulisan yang memang perlu ditulis, ya tulis. Ada materi yang harus dibaca, ya dibaca. Ada pekerjaan rumah yang perlu dikerjakan, ya kerjakan. Sesederhana itu sebetulnya, tetapi terkadang kita abai, kita lebih memilih untuk berkata ‘nanti dulu deh’, ‘bentar, 5 menit lagi,’ ‘rebahan sebentar deh’, atau ‘buka hp bentar scrol-scroll deh’. Penyakit itu!! Hehe

    Just simple : “Kerjakan yang memang harus dikerjakan.” 


Buat to do list


Jika kamu kebingungan mengatur waktu, coba buat to do list. To do list adalah ceklist kegiatan-kegiatan yang perlu kamu lakukan. To do list bisa dibuat daily, weekly, mothly, bahkan annual.

Menurutku, to do list ini cukup membantu untuk kita ON TRACK dengan kegiatan kita mau ngapain? Tulis hal-hal yang memang harus kamu kerjakan.

Triknya adalah buat to do list yang fleksibel, tujuannya agar kamu gak terbebani dengan to do list kamu sendiri. Biar kamu tetap happy menjalani kegiatanmu dan tidak merasa bersalah jika ada to do list yang tidak terceklist. Dan satu lagi, buat to do list yang wajar, misal tulis 2-3 kegiatan prioritasnya, gak usah banyal-banyak, takutnya malah jadi ambyar. Alih-alih mau mengerjakan to do list, kamu nanti malah bingung sendiri melihat list-list pekerjaan yang harus kamu lakukan.

Buat ruang nyaman


Sudah buat to do list tapi pas mau melakukan kok malah ambyar konsentrasinya? Pahami dulu, kamu itu tipe orang yang bisa konsentrasi di keramaian atau enggak? Kalau enggak, ya jangan kerjakan pekerjaan yang butuh konsentrasi tinggi ketika suasana lagi ramai. Terus kamu malah nyalahin lingkungan, hmm.

Jadi, dear, kamu perlu pahami dulu diri kamu itu tipe bekerjanya gimana. Kedua, kamu pilah mana pekerjaan yang butuh konsentrasi tinggi dan mana pekerjaan yang cukup dengan minim konsentrasi. Kemudian kerjakan semaksimalnya sesuai dengan waktu dan tipe pekerjaannya. Dan jangan lupa enjoy the work!!

Istirahat yang cukup


Dear, sepadat apapun pekerjaan kamu, kamu harus seimbangkan dengan pola istirahatmu. Jika memang tubuh perlu istirahat, maka istirahatlah. Jika waktunya makan, maka makanlah. Kamu harus peduli dengan diri kamu sendiri, dear. Jika kamu kelelahan dan bahkan sakit, itu akan menjadikanmu tidak produktif dan itu akan mengganggu pekerjaanmu. Jika tubuh kamu sehat dan fresh, maka ketika kamu melakukan pekerjaan juga akan nyaman, akan menjadikanmu produktif. Hanya kamu yang memahami diri kamu. Dear, kalau bukan kamu yang merawat diri kamu, siapa lagi?

Dear, 5 poin cara menejemen waktu tersebut juga sedang berusaha kulakukan. Kita sama-sama berproses untuk jadi pribadi yang punya value dan produktif yaa.. happy your day!!


Ditulis oleh :

Alfiana Fitri istiqomah

@alfianafitri.blog


36 komentar

  1. Dari tulisan di atas bagian yang menjadi pemgingat untukku adalah membuat to do list, rusng yg nyaman dan istirahat. Seringkali kita melupakan 3 hal.penting ini, sehingga dalam keadaan sudah jenuh masih memaksakan diri untuk menulis hingga hasilnya tidak maksimal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul banget mbak wahyu.. misal udah capek banget atau suasana lagi gak pas ya udah gitu ya, gak usah dipaksakan :)

      Hapus
  2. Menggarisbawahi yang media berbagi, menunjuki kebaikan. Wew.. berharap apa yang kita tuliskan ini bisa menjadi amalan jariyah kebaikan ya mbak :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin aamiin, betul banget, salah satu harapannya itu ya mbak..

      Hapus
  3. Semangat kak editor, menurutku memiliki rasa penasaran dan selalu mencoba hal yg baru itu juga hal yg menarik karena jadi punya banyak pengalaman. It's okey, aku percaya suatu saat nanti Kak Alfiana akan menemukan passionnya kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih sudah mampir mbak, haaa iyaa tujuan ngeblog utk tahu diri aku mbak wkwk.. seruu mbak mencoba sesuatu yg baru

      Hapus
  4. Mbak, ternyata kita sama. Bagiku menulis itu juga salah satu cara untuk me-release perasaan. Habis nulis itu rasanya lega banget. Kayak plong gitu soalnya segala yang berkecamuk di dalam pikiran itu sudah dituangkan dalam tulisan, jadi isi pikirannya bisa enteng lagiiiii....

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener 10000% mbakk, rasane plongg, pikiran lega dan tiba2 pinter menyusun schedule hahaha Thankyouu Bund Bund sudah mampir

      Hapus
  5. Numpang lewat di berandanya ya, Kak Alfi. Cerah dan segar kesan pertama yang didapatkan, Kak. Semangat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. wwaaaa thankyou kak kikie utk kesan positifnya, cerah dan segar!!!

      semangat trs utk Ozera Projectnya :)

      Hapus
  6. Sama menulis bagi Umma juga jadi ruang untuk berbagi dan menabung kebaikan. Semoga blog kita bisa produktif dengan konten-konten bermanfaat ya mbak. Bisa jadi amal jariyah nantinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul Um, apapun alasan nya, basic why nya adalah utk dua hal itu ya, utk menabung kebaikan bagi diri kita sendiri da bisa utk berbagi. Terima kasih sudah mampir membaca :)

      Hapus
  7. Baca ini seperti bercermin mba, akupun tertarik banyak hal. Jadinya suka banyak hal hihi. Katanya hobi seru kalo dibikin pekerjaan, tapi kadang ada capeknya jg ya. Pendidikan yg aku tempuh pun lintas minat, dari pendidikan geografi ke pascasarjana geografi murni karena aku suka riset dan masalah lingkungan bikin galau, eh jadi ikutan curhat hihi. Salam kenal ya mba 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Putri jg cross major yaa, gmn mbak Journeyy nyaa, seruu ya belajar banyak hal, tapi kadang capek juga ya? But enjoyy this proses aja kann ya, mau dihalangin gak mencoba hal baru juga malah gak semagat wkwkw you know lah rasanya kan Mbak Put

      Hapus
  8. Salfok sama quotesnya kak Alfi di bagian tips manajemen waktu untuk ngebolgnya hehe "Kerjakan yang perlu dikerjakan". Tentu mak jleb yah wkwk, jadi biar tidak gampang menunda harus tegas sama diri sendiri biar tahu prioritas mana saja yang perlu untuk dikerjakan xixi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. lhaa iya ya mbak, sebenernya simpel yaa, kerjakan yg memang harus dikerjakan, tapi kadang ada-ada aja kan yaa wkwk

      Hapus
  9. Masya Allah, bermanfaat. Kata kunci blog ini, semoga terwujud, ya, Mbak. Oh, iya. Tulisannya ada yang spasi 1,5 dan 1 itu, ya. Kayak punyaku, gimana buat nyamainnya, ya, Mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yesss kak Meliana, this is my Journey :) Anw utk spasi aku sudah berhasil memperbaikinya mbak, saya kan nulisnya di word, baru sy copas ke dashboard, nah stlh copas saya klink "Clear all formatting"

      Hapus
  10. Karena blog itu seperti rumah ya mbak, makanya mbak Alfi pakai nama ruang yang nyaman. Biar bisa betah berlama-lama dan punya kontribusi yang bermanfaat bagi sesama. Btw, soal tips ini saya masih memiliki tantangan untuk tidak menunda. Soalnya ada kalanya sudah bikin to do list, tapi entah ada aja alasan. Yang mager, capek, ngantuk, enaknya gimana ya mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak betul, BLOG in bakal jadi MY ROOM!! jd semua2nya harus aku banget wkwk

      utk soal to do list - menunda pekerjaan, i dont hv special tips mbak, selain "kerjakan aja yg mmg harus dikerjakan", soalnya besok bakal ada to do list baru yg juga harus dikerjakan :D :P

      Hapus
  11. Menemukan skill yang pas emg perlu usahakan mba. Apalagi zaman sekrg skill sangat diperlukan, hidup harus punya yang namanya perubahan. Kalau kita punya skill hidup terasa lebih bermakna

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget mbak shodiqah, siapapun kita harus punya skill, meskipun blm ahli, yg ptg kt usaha utk belajar.. anw thx sdh mampir ya mb :)

      Hapus
  12. Salam kenal mbak Alfi^^. Menemukan diri sendiri itu relate banget sama saya mbak. Sejak menulis, aku kayak menemukan diriku yang hilang. Eh ternyata aku bisa juga ya nulis nulis. Padahal dulu aku cuma melihat takjub sama para penulis, berasa dunia kepenulisan itu jauh di luar jangkauanku. Ternyata Allah beri jalan MaasyaAllah

    BalasHapus
    Balasan
    1. wahh alhamdulillah, berarti skg mbak Liha sudah mantap ya dg dunia menulis ini? aku lagi tahap pemantapan nih, hehe.. Smg kita terus dikasih jalan sama Allah yaa, mbak

      Hapus
  13. bener mbak, terkadang butuh tempat yang nyaman untuk mengeluarkan kata-kata lewat tulisan selain tentang pekerjaan. terlebih mbak alfiana seorang pengajar juga, kadangkala bosen ya nulis materi,jurnal dan akademik

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa mbak, bener bener, pengen nulis yang Nyaman, sesuai dg yg kita inginkan gitu

      Hapus
  14. Kak, Big why ngeblog nya sangat menggambarkan diriku semuanya. Terutama mencari jati diri. Memang kita perlu nyoba semua hal, daripada tidak sama sekali dan malah membuat penasaran seumur hidup :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi, Kak Tiara!! Kayak melihat cermin ya rasanya. Kita nikmatin aja proses ini kak. Dan yaa bener, coba aja kan daripada penasaran WKWK sesimpel itu alesannya

      Hapus
  15. Bener kak.. alasan kakak beberapa sama dengan saya seperti menambah skill dan konsistensi. Karena skill tidak akan menambah jika tidak ada pembiasaan pada diri pribadi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul kak, masih PR banget sebenernya soal konsistensi ini kak. Harus bener-bener pasang alarm terus

      Hapus
  16. Konsistensi adalah koentji yaa mbak Alfi.

    BalasHapus
  17. Poin yang aku sukai adalah tidak menunda dan istirahat yang cukup. Hehe karena aku belum bisa dua hal itu. masyaAllah terima kasih artikelnya kak. Enak sekali bacanya, ringan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, Kak Novita. Iya kak tidak menunda itu simpel tapi kadang ada aja kan halangan, entah dr diri kita sendiri (malas, nanti2 aja, scroll2) atau dr eksternal.. Istirahat yang cukup ini jg perlu set alarm ya mbak, pdhll istirahat tu enak, tp malah lupaa wkwk

      Hapus
  18. Nah bener bangett kak, mana lagi coba media biar kita bisa konsisten nulis kalau ga di medsos atau ngga blog😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak bener, klo medsos lebih serting foto dan video, klo di blog bisa kasih penjelasan panjangggg :D

      Hapus