header-pojok-alfiana

Singkap Mitos dan Fakta tentang Penyakit Cerebral Palsy

mitos-fakta-cerebral-palsy
Halo, Teman Perjalananku!

Belum lama, media BBC menuliskan artikel mengenai penggunaan ganja medis dalam judul artikel “Ganja medis: Perjuangan Santi Warastuti demi mencari pengobatan untuk anaknya”

Dalam artikel tersebut diceritakan seorang ibu bernama Santi Warastuti yang menyuarakan penggunaan ganja untuk pengobatan buah hatinya. Ia nampak membawa poster bertuliskan, “Tolong, Anakku Butuh Ganja Medis.”

Saat diwawancarai, Santi mengatakan bahwa anaknya mengalami penyakit Cerebral Palsy. Ia mengatakan menggunakan minyak CBD (Cannabidiol) yang diekstrak dari tanaman ganja. Ia mendapatkan oil tersebut dari salah seorang kawan yang berada di luar negeri. Namun, penggunaan oil tersebut di Indonesia dilarang.

Lalu publik banyak bertanya, sebenarnya apa sih Cerebral Palsy? Apakah tidak ada pengobatan lain selain menggunakan minyak CBD (Cannabidiol). Apakah Cerebral Palsy sangat membahayakan dan tidak bisa ditolong?

Selain pertanyaan-pertanyaan, banyak sekali argumentasi dan omongan-omongan dari masyarakat mengenai Cerebral Palsy ini.

Dalam perjalananku sebagai seorang tenaga kesehatan dengan bidang kerja rehabilitasi medis – khususnya ortotik prostetik, penyakit Cerebral Palsy adalah kasus yang sering sekali ditemui. Sehingga rasanya ingin juga membahas mengenai argumentasi-argumentasi masyarakat mengenai Cerebral Palsy ini.

Aku akan menuliskan beberapa argumen masyarakat, dalam sub bab Mitos atau Fakta

Mitos atau Fakta (1) : Cerebral Palsy diakibatkan karena Kekurangan Oksigen saat Melahirkan

Cerebral Palsy adalah gangguan perkembangan otak yang disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunay saat dalam masa kandungan. Gangguan perkembangan jaringan otak ini erat kaitannya dengan gangguan non-progresif yang terjadi pada bayi yang sedang masa pertumbuhan atau pada janin dalam kandungan yang dikarenakan terjadinya gangguan suplai oksigen atau kurangnya oksigen pada saat anak lahir atau hipoksia. Bisa juga adanya infeksi seperti meningitis atau infeksi sistem saraf pusat.

Argumentasi bahwa kondisi Cerebral Palsy diakibatkan karena kekurangan oksigen saat melahirkan adalah FAKTA.

Berdasarkan Jurnal Review (Sadowska et al, 2020) dalam judul artikel Cerebral Palsy: Current Opinions on Definition, Epidemiology, Risk Factors, Classification and Treatment Options, bahwa prevalensi terjadinya kelahiran Cerebral Palsy 1-3 dari 1000 kelahiran. Angka yang cukup besar, bukan? 

Meski prevalensinya cukup besar, belum ada penyebab pasti Cerebral Palsy, bisa karena saat proses kehamilan, saat melahirkan, dan pasca melahirkan. Pernah kita mendengar kampanye, “Pentingnya 1000 hari pertama kehidupan seorang anak.” Karena memang betul, sejak ibu mengandung itu akan mempengaruhi kondisi anak.

Cerebral Palsy ini adalah kelainan yang kompleks, baik penyebab, gejala, maupun penanganannya. Hal ini karena, satu anak dengan anak lainnya bisa memiliki kondisi berbeda-beda.
Selain karena kekurangan oksigen saat melahirkan, banyak penyebab Cerebral Palsy yang perlu diketahui.

Penyebab Cerebral Palsy

penyebab-cerebral-palsy

Gangguan Pada Masa Kehamilan (Perinatal)

Cerebral palsy paling sering disebabkan oleh gangguan perkembangan otak saat anak masih di dalam kandungan. Kondisi ini disebabkan oleh:
1. Perubahan pada gen yang memiliki peran dalam perkembangan otak
2. Infeksi saat hamil yang menular pada janin, seperti cacar air, rubella, sifilis, herpes, zika, toksoplasmosis, dan infeksi cytomegalovirus
3. Bayi mengalami mikrosefalus. Kondisi ini terjadi karena otak belum berkembang atau berhentinya pertumbuhan otak.
4. Gangguan aliran darah ke otak janin
5. Perbedaan golongan darah rhesus antara ibu dan bayi

Gangguan Pasca Melahirkan (Postnatal)

Kerusakan otak pada cerebral palsy juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang terjadi saat atau setelah bayi lahir, yaitu:
1. Kurangnya suplai oksigen pada otak bayi selama proses persalinan
2. Kelahiran sungsang, yaitu lahir dengan kaki keluar terlebih dahulu
3. Penyakit kuning (kernikterus)
4. Radang pada otak atau selaput otak bayi (meningitis)
5. Cedera parah di kepala, contohnya pada kasus shaken baby syndrome

Faktor Resiko Cerebral Palsy

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko bayi terkena cerebral palsy, yaitu :
1. Kelahiran bayi kembar dua atau lebih, terutama jika salah satu bayi selamat dan bayi yang lain meninggal saat dilahirkan
2. Berat badan bayi yang rendah saat lahir, yaitu kurang dari 2,5 kilogram
3. Kelahiran prematur, yaitu lahir pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu
4. Kebiasaan buruk pada ibu selama masa kehamilan, seperti merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, atau menggunakan NAPZA

Mitos atau Fakta (2) : Cerebral Palsy Bisa Menular

Nah, kita semua sudah menyimak Penyebab Cerebral Palsy, tapi masih banyak orang yang belum mengetahui penyebab CP, lho, Dear. Bahkan ada yang menghindar saat bertemu anak CP sambil berkata, “Awas nanti ketularan.” (sedih sekali x.x)

Pada pemaparan dr. Julius Harwasti, Sp.A mengatakan bahwa salah satu penyebab CP adalah infeksi, seperti Tokso, Sifilis, atau Rubella yang menyerang pada jaringan otak.

Kerusakan otak pada Cerebral Palsy tidak menular. Sama sekali tidak menular, Dear.
Sehingga, jika ada yang mengatakan Cerebral Palsy adalah penyakit menular, itu MITOS.
Jadi, tidak perlu khawatir, cemas, atau menghindar bila bertemu dengan seseorang dengan CP, ya, Dear 😊

Mitos atau Fakta (3) : Cerebral Palsy Kelainan yang Progresif

Selain itu, ada yang berargumentasi bahwa Cerebral Palsy adalah penyakit progresif yang semakin memberatkan kondisinya. Pernyataan “Cerebral Palsy adalah kelainan yang progresif” tidak benar alias MITOS. Cerebral Palsy adalah kondisi kelainan jaringan otak yang sifatnya permanen tetapi tidak progresif.

Pada video dr. Julius Harwasto Handito, Sp. A. Kelainan atau kelemahan jaringan otak penderita cerebral Palsy tidak bertambah buruk dari hari ke hari. Kerusakan otak pada Cerebral Palsy bersifar permanen tetapi tidak bertambah berat. Namun, keluhannya sesekali akan terasa bertambah berat.
Cerebral artinya otak, Palsy artinya kelemahan. Cerebral Palsy adalah suatu gangguan yang berkaitan dengan fungsi otot. Sehingga, Cerebral Palsy adalah suatu gangguan pada jaringan otak yang menimbulkan gangguan pada fungsi otot anak.

Tipe Cerebral Palsy

Cerebral Palsy ini adalah kelainan yang sangat kompleks. Cerebral Palsy merupakan sekelompok gangguan permanen pada perkembangan gerakan dan postur. Cerebral Palsy dikategorikan menjadi beberapa jenis :
1. Spactic
Kekakuan pada otot anak yang menyebabkan anak sulit bergerak
2. Ataxic
Anak tidak dapat melakukan koordinasi yang baik pada anggota tubuhnya
3. Dyskynetic
Ada gerakan yang tidak dapat dikendalikan oleh anak karena terlalu kencang atau terlalu kendur
4. Campuran
Ada beberapa tipe dalam satu anak

Gejala Cerebral Palsy

Sebagai orang tua ataupun orang yang dekat dengan seorang anak (kakak, om, tante, guru, pendamping, caregiver) harus aware dengan kondisi anak. Kita bisa melakukan deteksi dini pada gejala-gejala yang mengarah ke Cerebral Palsy.

Orang tua atau pendamping harus selalu memperhatikan milestone atau perkembangan motorik kasar anak. Karena, Cerebral Palsy erat kaitannya dengan gangguan fungsi otot. Dan fungsi otot tercermin dari motorik kasar anak.

Waspada!!

Orang tua atau pendamping mesti waspada, jika pada usia 6 bulan atau lebih anak belum bisa angkat kepala, tangan dan kaki si kecil sangat kaku, atau ketika berdiri kaki si kecil seperti menggunting. Jika ada tanda-tanda seperti itu, segera lakukan deteksi dini lanjutan pada anak.

gejala-cerebral-palsy

Jika kamu orang tua atau pendamping bisa cek beberapa hal berikut ini, Dear :
1. Postur opsithotonus (ekstensi berlebihan pada punggung dan leher) opisthotonus sering terjadi pada bayi dan anak kecil anak kecil karna system saraf mereka belum sepenuhnya berkembang
2. Tungkai bawah kaku dan cenderung menyilang ketika diangkat
3. Strabismus (kedudukan bola mata tidak sejajar)
4. Perkembagan berjalan dan berbicara yang lambat
5. Sulit menelan (disfagia)

Mitos atau Fakta (4) : Cerebral Palsy Bisa Sembuh

Menilik penyebabnya, penyakit Cerebral Palsy ini sayangnya tidak bisa disembuhkan dan belum ada obat yang bisa memperbaiki secara sempurna kerusakan pada otak. Hal ini menyedihkan sebenernya karena anak Cerebral Palsy tidak mungkin sembuh secara total, tetapi, banyak sekali penanganan yang dapat dioptimalkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan penderita Cerebral Palsy.

Sehingga, pernyataan Cerebral Palsy bisa Sembuh ini MITOS.

Pada Video dr Ellen, Sp.A menyebutkan bahwa Cerebral Palsy ini sangat kompleks. Pada Cerebral Palsy yang ringan, mungkin anak masih bisa berjalan, bersekolah, melakukan aktivitas sehari-hari meski terkadang membutuhkan bantuan. Ada juga kondisi Cerebral Palsy yang berat, anak mungkin tidak bisa berjalan dan harus menggunakan kursi roda.

Penanganan Cerebral Palsy

treatment-cerebral-palsy

Terapi fisik

Terapi fisik ini biasanya dibantu oleh tenaga medis profesional fisioterapi. Terapis akan memberikan arahan gerakan-gerakan atau terapi apa saja yang dapat membantu memperkuat otot untuk mencegah melemah atau makin buruknya otot. Gerakan fisik dapat membantu mengendurkan otot untuk mencegah kontraktur sendi. Goals dari terapi fisik adalah meningkatkan kemampuan motorik kasar.

Terapi fisik yang bisa dilakukan antaranya latihan fleksibiliras untuk meningkatkan jangkauan gerak atau Range of Motion (ROM) dan latihan mobilitas yang tujuannya memperbaiki jaringan musculoskeletal.

Terapi okupasi

Selain terapi fisik, anak CP biasanya mengalami keterlambatan atau gangguan untuk melakukan kegiatan okupasi sehari-hari. Terapi okupasi dapat membantu meningkatkan fungsi motorik halus dan meningkatkan kemampuan fungsional yang berguna agar anak CP tetap mampu hidup mandiri.

Tujuan terapi okupasi, anak dapat melakukan perawatan diri secara mandiri (makan, mandi, dan berpakaian), pengembangan diri (membaca, berhitung, maupun bersosialisasi), latihan fisik (melatih gerakan sendi, kekuatan otot, dan kelenturan), menggunakan alat bantu serta kegiatan lainnya.

Penggunaan ortosis dan alat bantu

Ortosis adalah alat bantu yang digunakan oleh anak Cerebral Palsy untuk mengoreksi deformitas dan mencegah deformitas agar tidak semakin parah. Selain itu ortosis dapat membantu immobilitas.

Contoh alat bantu ortosis untuk anak CP adalah Ankle Foot Orthosis (AFO), Knee Ankle Foot Orthosis (KAFO), Hip Knee Ankle Foot Orhosis (HKAFO) dan Backslab.

Anak CP juga bisa menggunakan kursi roda atau tempat duduk yang dirancang khsusus secara custom untuk memudahkan aktivitas sehari-hari anak CP.

ortosis-alat-bantu-ortotik-prostetik-cerebral-palsy

Biasanya alat bantu ortosis dibuat oleh seorang ortotis prostetis. Orang tua atau pendamping dapat berkonsultasi dengan dokter Sp.KFR di rumah sakit ataupun datang langsung ke klinik-klinik mandiri pelayanan ortotik prostetik, seperti Ipoed Kaki Palsu, Bangkit Kaki Palsu, Orthofit Indonesia, Orthopedi Yasa, atau pelayanan klinik mandiri ortotik prostetik lainnya.

Terapi wicara

Fungsi otot yang juga ikut terganggu pada anak CP anak fungsi otot mulut, sehingga diperlukan terapi khusus untuk wicara untuk meningkatkan fungsi otot mulut. Pada sesi terapi ini, anak CP dan orang tua/pendamping juga akan dibantu diajarkan metode komunikasi alternatif seperti menggunakan bahasa isyarat.

Pendampingan

Selain terapi fisik, terapi okupasi, terapi wicara, dan penggunaan alat bantu, hal penting lain yang dapat dioptimalkan pada anak CP adalah bakat dan potensinya. Orang tua atau pendamping harus terus melakukan pendampingan baik secara mandiri atau dengan bantuan profesional untuk mengembangkan bakat dan potensi terpendam dari anak CP.

Pengobatan Farmasi

Jika memang diperlukan obat-obatan maka perlu berkonsultasi dengan dokter dan rumah sakit.  

Mitos atau Fakta (5) : Penderita Cerebral Palsy akan Dikucilkan

Banyak yang mengkhatirkan apabila anak atau keluarga Cerebral Palsy itu akan dikucilkan. Hal ini tidak sepenuhnya benar, semua kembali lagi dengan penerimaan diri, penerimaan keluarga, dan penerimaan lingkungan atau masyarakat.

Sekarang ini, banyak Komunitas Cerebral Palsy di Indonesia salah satunya Wahana Keluarga Cerebral Palsy yang berkantor di Yogyakarta.

Komunitas WKCP memadahi orang tua dan keluarga yang memiliki anak Cerebral Palsy. Dalam komunitas tersebut banyak diadakan kegiatan untuk mendukung anak Cerebral Palsy juga pendampingan untuk orang tua.

Epilog

Kembali lagi pada bahasan awal mengenai ganja medis untuk Cerebral Palsy, aku sendiri belum menemukan artikel atau jurnal ilmiah yang membahas mengenai penggunaan oil tersebut. Dan dalam kesempatan ini tidak akan membahas terlalu dalam soal pro-kontra ganja medis ini, karena bahasannya akan panjang sekali.

Namun, aku pribadi meyakini bahwa jika Cerebral Palsy tidak bisa sembuh maka, masih banyak sekali treatment atau penanganan yang bisa dioptimalkan seperti yang sudah ditulis di atas.

Dan aku pun yakin, jika Allah memberi amanah kepada orang tua dengan seorang anak yang mengalami Cerebral Palsy, maka Allah sudah persiapkan bala bantuannya. Allah akan membantu dengan meringankan orang tua dan keluarganya, bisa dari kelapangan hati, kemudahan rezeki, dukungan dan support, dan tentu saja akan disediakan pahala tak terbatas bagi yang bisa bersabar bahkan bisa mencari titik syukurnya. Tetap semangat!

Teman Perjalananmu,
Alfiana :)  

8 komentar

  1. Kasihan juga kalau masyarakat termakan mitos CP itu menular. Kasihan para penderita CP, pasti dijauhi dan sulit bersosialisasi....Hmmm..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa betul, CP tidak menular, krn CP menyerang otak.. tp masih banyak yg dikucilkan gara2 anaknya/keluarganya ada yg CP :( ;(

      Hapus
  2. Jadi tahu lebih banyak tentang CP. Terima kasih banyak atas sharingnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. sami-sami Kak.. terima kasih apresiasinya, yukk kt sebarkan edukasi ttg CP ini, biar gak banyak yg termakan mitos ttg CP

      Hapus
  3. wah nambah ilmu baru tentang cerebral palsy ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih apresiasinya kak, yukk ajak sekitar utk ikut tahu tentang cerebral palsy ini kak

      Hapus
  4. good job kakk, dari artikel ini semoga lebih banyak orang tua yang bisa terbantu ✨✨

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali kak, jadi orang tua mmg harus aware terus yaa...

      Anw Terima kasih kak atas apresiasnya

      Hapus