header-pojok-alfiana

Melamarmu menjadi Teman Perjalananku

melamarmu-menjadi-teman-perjalananku


Sudah pekan ke-3 belajar dan mengerjakan 4 artikel untuk blog ini, aku pikir step selanjutnya dari coaching blogging Blogspedia adalah membuat artikel yang tematik. Ternyata, tidak. Materi 4C ini adalah tentang Analisa Persona Pembaca dan Membuat Empathy Map.

Pagi hari materi di kelas dibagikan, tetapi karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggal, maka baru malam harinya aku melahap materi di kelas. Saat aku pelajari, aku agak melongo dan berkata dalam hati seperti ini, “Ohh nulis blog pun harus se-detail ini juga, ya.

Sebelumnya, aku ceritakan sedikit tentang materinya, ya.

Materi Persona Reader


Materi Persona Reader adalah bagaimana kita menganalisa karakter pembaca kita: siapa, apa, kapan, dimana, bagaimana, mengapa. Kita harus mengetahui; who they are, what they do, and why they do it. Lebih detail lagi, penulis harus mengetahui User Profile: nama, deskripsi, usia, lokasi, okupasi, personality, interest, bahkan sampai dengan informasi penghasilan.

Empathy Map

Materi empathy map pertama kali secara detail adalah ketika mengikuti pelatihan kewirausahaan. Di bidang usaha, empathy map ini perlu diketahui agar produk atau jasa yang kita tawarkan benar-benar menyasar dengan tepat sesuai spesifikasi produk atau jasa.

Dan ternyata, untuk bidang kepenulisaan, dibutuhkan juga Empathy Map. Selama ini, yang aku tahu, memang perlu untuk breakdown karakter pembaca tapi tidak sampai membuat empathy map. Empathy map ini berisi apa tujuan pembaca, motivasi pembaca, ketakutan pembaca, dan harapan pembaca.

Saat membuat empathy map ini kita sebagai penulis dipaksa masuk ke dalam diri pembaca. Seolah-olah menjadi pembaca. Memahami tujuan mereka, menyelami motivasi dan ketakutan mereka, dan ikut merasakan hal yang menjadi harapan mereka. Betul sih, empathy map ini sangat berfungsi untuk membantu kita menelurkan artikel-artikel yang sesuai dengan pembaca, karena kita sudah merasakan menjadi pembaca, jadi harapannya tulisannya sesuai dengan diri pembaca.

Padahal, Dear, tahu nggak, aku lari ke blog itu biar punya space nulis yang free tanpa aturan ini dan itu. Tanpa harus bingung mikirin ini dan itu. Yang penting tulisannya tidak mengajak pada keburukan itu aja.

I just wanna free writing, sesukaku, terserah aku.

Gubrak kannn!! Lol :D

Beda banget sama materi 4C ini. Materi 4C ini benar-benar mengajak untuk mendetailkan target pembaca kita. Tujuannya baik, yaitu agar artikel yang akan kita bagikan juga bisa tepat sasaran, tidak melenceng.

Tapi, okelah, karena sudah niat belajar, maka aku akan membuka diri untuk menerima materi dari para guru. Semaksimal yang aku bisa. Dan tentu aku sesuaikan dengan blog yang ingin aku bangun ini. Kenapa harus disesuaikan, agar tujuan utamaku di blog bisa tercapai, yaitu “Membangun Ruang Nyaman.” seperti yang sudah aku ceritakan di tulisanku sebelumnya. Dan toh materi ini juga sangat positif untuk keberlangsungan blogku.

Melamarmu Menjadi Teman Perjalananku


Sedari awal, salah satu tujuanku blogging adalah menemukan diriku sendiri. Menemukan siapa aku?

Apakah aku benar-benar senang menulis dan berbagi lewat tulisan?

Apakah aku benar-benar bahagia saat membacakan buku sambil tertawa riang di depan anak-anak?

Apakah aku benar-benar mampu dan bisa menjadi seorang pengajar di perguruan tinggi?

Apakah aku benar-benar suka dengan dunia riset yang trial error tapi penuh dengan tetek bengek yang tiada akhir?

Atau apakah aku benar-benar menikmati saat-saat aku berjelajah di berbagai pulau di Indonesia, menjadi seorang traveller?

Bahkan, apakah hatiku benar-benar tulus saat berkegiatan sosial melalui Rumah Baca atau sesekali turut terlibat membuatkan alat bantu untuk disabilitas?

I don’t know about my self.

Jadi memang tujuan blogging ini untuk diriku sendiri. Agak egois memang, tapi inilah yang aku perlukan saat ini. Mengetahui siapa aku?
Who am I?

Jika tidak tahu siapa aku, mengapa aku berani untuk menuliskan semua ceritaku? Kembali lagi ke pernyataan awalku, aku juga ingin tahu jawabannya, apakah aku benar-benar suka menulis dan berbagi lewat tulisan? Pusing bukan?

But, let it flow. Aku lakukan saja apa yang ingin aku lakukan saat ini. Selagi tidak melanggar norma agama dan norma sosial yang aku yakini. Nanti juga ketemu jawabannya. Dan beberapa hal kadang baru ketemu jawabannya kalau sudah kita jalani, sudah kita coba. Dan dalam pikiranku, semua pertanyaan-pertanyaan yang bergulir dan jawabannya apa itu bagian dari perjalananku itu sendiri. This is Alfiana’s Journey.

Aku bahkan juga tidak tahu menahu, siapa yang akan peduli dengan perjalananku. Bahkan siapa yang akan membaca tulisanku. I don’t know about this. Tapi aku juga tidak terlalu memperdulikannya. Karena aku juga tidak bisa memaksa semua orang untuk mau peduli denganku, bukan?

profil-teman-perjalananku

Namun, satu hal yang aku yakini, siapa pun kamu yang membaca tulisanku khususnya melalui blog ini adalah dia yang juga mempercayai bahwa hari-hari yang kita lalui ini hanyalah perjalanan saja. Perjalanan yang tidak akan ada hentinya. Kamu yang percaya bahwa hari-hari kita tidak akan sama selamanya, akan kita lalui step by step dalam kehidupan kita. Kamu yang percaya bahwa hari-hari kita tidak dikendalikan oleh tangan kita secara seratus persen, ada beberapa persen lain yang dikendalikan oleh tangan tidak nampak, invisible hand, Tuhan kita.

Jadi, jika kamu termasuk yang mempercayai beberapa hal tersebut, maukah kamu menjadi Teman Perjalananku?

Profil Teman Perjalanan


Aku akan sangat senang jika kau bersetuju menjadi Teman Perjalananku. Mungkin kamu merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan, mungkin juga tidak.

Jika kamu merasakan hal yang sama, mungkin kau juga sedang berada di fase confusing beberapa hal. Khususnya di usia seperempat abad ini. Quarter life crisis, begitu istilah jaman sekarang.

Tapi tak berhenti di situ, bahkan mungkin kamu sudah melewati fase krisis seperempat abad tetapi sedang di fase lainnya. Itu juga tetap boleh menjadi Teman Perjalananku. Karena seperti yang aku katakan tadi, Dear, bahwa bukankan diri kita ini akan terus berjalan melalui step demi step kehidupan? Kita akan terus berjalan, berjalan, dan berjalan. Entah di usia berapapun, kita akan terus menapaki lintasan perjalanan yang ujungnya nanti di Sana.

Atau bahkan kamu sedang tidak confusing apapun, tapi kau senang berselancar membaca beragam cerita-cerita sederhana. Atau hanya sekadar mendalami pikiran seseorang yang mencari siapa dirinya ini atau bahkan hanya untuk bersenang-senang. Itupun tetap boleh menjadi Teman Perjalananku. Karena memang di blog ini tidak selalu disajikan sesuatu yang serius, sesekali tentang hal remeh temeh. Semua boleh menjadi Teman Perjalananku.

Dan jika kau berkenan, aku akan memanggilmu dengan sebutan “Dear”

Dear yang artinya sayang atau kasih. Panggilan yang begitu spesial, bukan?

Ya.. karena kamu memang sangat spesial untukku, Teman Perjalananku.

Untuk Teman Perjalanan

Platform ini akan menyajikan konten gado-gado, kadang gado-gado spesial, kadang bahkan pakai telur dan kerupuk pun tidak. Kontennya kadang akan berisi hal A, B, C, bahkan sampai Z.

Aku tidak punya resep khusus bagaimana meracik sajian gado-gado agar terasa spesial terus menerus. Hanya yang aku tahu, dalam menyajikan sebuah sajian, aku hanya harus meleburkan hati dan pikiran dalam proses pembuatannya. Nantinya, penikmat sajian itu sendiri yang akan merasakannya, juga bukan menggunakan indra perasanya, tetapi dengan hati dan pikirannya. Begitupun sajian dalam blog ini. Akan aku usahakan saat meraciknya dengan hadir secara utuh, meleburkan hati dan pikiran.

So, dear, I don’t have anything special for you. I only have a piece of journey, which hopefully can accompany your days.

Dear, aku tidak punya sesuatu yang spesial untukmu. Aku hanya punya sepenggal cerita perjalanan, yang semoga bisa menemani hari-harimu.

untuk-teman-perjalananku

6 komentar

  1. Aku adalah teman perjalananmu Kak, yang sama-sama sedang berusaha menemukan diri sendiri :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kakkkk, aku pikir aku sendirian dengan kebingungan ini HAHAHAHAAA, so happy ditemani kamu!!!

      Hapus
  2. Ayo kak kita jalan-jalan melupakan kebingungan.hahaha
    wahai teman perjalanan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha betull kak, intinya jalan jalan terus yaa

      Hapus
  3. Membaca artikel kaka aku langsung merasa menjadi teman perjalanan kakak... kita jalan bersama ya kak, belajar bertumbuh bersama.. sukses selalu kakak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar kakak sangat berharga untukku kak, terima kasih ya kak sedia menjadi teman perjalananku

      Hapus