header-pojok-alfiana

Manjakan Diri di Karpet Putih Alami, Pulau Mahoro Surga Dunia di Ujung Sulawesi

pulau-mahoro-sulawesi-manado

Siapa sih yang nggak suka jalan-jalan? Aku pun begitu, Dear. Nggak akan nolak kalau diajak jalan-jalan!! Jalan-jalan itu tentu saja bisa membuat refresh hati dan pikiran, kalau bahasa gaulnya bisa untuk healing. Kalau aku sendiri, jalan-jalan itu lebih untuk memperkaya wawasan, karena pasti selama dalam perjalanan itu akan banyak banget hal-hal yang akan ditemui.

Yesss, one of Alfiana’s Journey is Travelling.

Tahun lalu, tepatnya pertengahan tahun 2022, aku berkesempatan mengunjungi salah satu nirwana dunia, Pulau Mahoro, Sulawesi Utara. Ini kali pertama aku mendengar nama pulau tersebut. Aku tidak punya bayangan pulau ini akan seperti apa? Aku pun tidak sempat browsing karena ini trip gratisan yang sudah dipersiapkan tuan rumah tempat aku menginap. Jadi, yaa ngikut ajaa. Berangkat pak sopir!!

So, here my Journey :)

Perjalanan Berangkat

perjalanan-ke-pulau-mahoro-madano-sulawesi

Uniknya, perjalanan travelling kali ini tepat dilakukan saat hari raya Idul Fitri. Agak beda memang, Dear. Dan jujur, pengambilan waktu yang lain dari yang lain akan aku kenang terus.

Pagi hari, aku salat hari raya di masjid besar di Pulau Siau dahulu. Tidak ada acara sungkeman khas hari raya idul fitri. Aku bergegas mengganti baju gamisku dengan baju yang lebih santai. Dilanjut dengan sarapan kilat, karena perahu sudah menunggu.

Perjalanan menuju Pulau Mahoro ditempuh menggunakan kapal dengan motor dari Pelabuhan Kota Ulu - Siau. Satu kapal berisi kurang lebih 20 orang. Selama 45 menit perjalanan, retina mataku disuguhkan dengan latar belakamg Gunung Karangetan, perbukitan hijau, dan pemandangan pulau-pulau lain. Suara deburan ombak menambah syahdunya perjalanan di atas kapal.

Jujur, baru perjalanan berangkat aja tuhh rasanya, masyaAllah, waww!!

Tanganku sibuk menangkap deburan air laut akibat pergerakan kapal. Airnya jernih, biru menawan.

Sampai di Pulau Mahoro

Pertama kali turun dari kapal, aku benar-benar terkagum-kagum. Ini beneran seperti ini pulaunya? Cantik sekali!!

Ternyata ada Pulau seindah ini di Indonesia. Dan pulau ini masih sangat asing di telinga kita. Pulau Mahoro ini seakan menyembul dari laut. Menjadi tempat ombak melepas keangkukan buihnya. Pulau ini sangat menggoda, sehingga membuat siapa saja tak tahan untuk menyusurinya.

Perpaduan yang Sempurna

perpaduan-alami-pulau-mahoro

Selama di Pulau Mahoro tidak banyak yang kulakukan, bahkan memgang ponsel pun hanya sebentar untuk mengambil beberapa gambar. Jadi sebetulnya kenangan digital melalui gambar hanya sedikit. Saat di Pulau Mahoro aktivitasku hanyalah menyatu dengan alam.

Aku mengaktifkan seluruh syaraf sensori telapak kaki dengan berjalan dari ujung ke ujung sepanjang bibir pantai. Selain putih bersih, pasir pantai Pulau Mahoro ini lembut.

Indera penglihatanku digoda dengan gradasi warna air laut yang tak bisa kunamai dengan tepat warnanya. Biru – hijau toska – bening. Warna hijau toska ini berasal dari hamparan karang di air yang cukup dangkal. Beberapa terumbu karang yang terdampar di pasir pantai beberapa ada yang masih aktif. Ada pun yang sudah mati, maka warna karangnya benar-benar putih bersih.

Aku duduk di bibir pantai, memanjakan diri di atas karpet putih alami. Memejamkan mata sembari mendengar alunan suara alam. Suara bisik angin dipadu deburan ombak yang begitu lembut menyapa gendang telinga hingga menggetarkan relung jiwa.

Aku juga duduk di atas batu karang yang cukup besar di bibir pantai. Menghirup udara bebas polusi dan mendongakkan kepala ke atas menatap birunya langit. Meskipun panas sengatan matahari tetapi udara menjadi sejuk berkat nyiur yang melambai mengelilingi pulau.
Pulau Mahoro ini miniatur surga, Dear. Sempurna :)

Memancing Ikan

Pantai di Pulau Mahoro termasuk dangkal. Jika beruntung kita bisa mendapatkan ikan-ikan yang diperoleh dengan alat pancing sederhana.

miniatur surga-pulau mahoro

Pulau tak Berpenghuni

Pulau Mahoro ini adalah pulau kecil yang tak berpenghuni. Letak geografis Pulau Mahoro ada di Desa Tapile, Kecamatan Siau Timur Selatan, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro atau biasa disingkat Kabupaten Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara. Pulau Mahoro ini ada di titik ujung timur Kabupaten Sitaro.

Di Kabupaten Sitaro ada sebuah daerah disebut Kluster Buhias. Kluster Buhias ini adalah rangkaian beberapa pulau yang seakan-akan tercampakkan di lautan yang mengepung. Ada pulau yang berpenghuni dan yang tak berpenghuni. Pulau Buhias, Pulau Pahepa, dan Pulau Tapile adalah pulau-pulau yang berpenghuni. Nah, Pulau Mahoro adalah salah satu pulau yang tak berpenghuni.

Pulau Mahoro hanya digunakan untuk singgah nelayan saat mencari ikan atau untuk destinasi wisata, seperti yang aku lakukan.

Diganjar Anugerah Pesona Indonesia: Surga Tersembunyi Populer

Pulau yang masih virgin ini ternyata pernah mendapat Anugerah Pesona Indonesia dalam kategoti Surga Tersempunyi paling Populer pada tahun 2019. Keindahan bawah laut Pulau Mahoro menjadi destinasi favorit bagi para pecinta diving. Tak heran, banyak yang menyebut, Pulau Mahoro sebagai surga diving.

Jika Diizinkan Kembali

Perjalanan satu hari di Pulau Mahoro banyak memberi arti dalam diriku. Tentang rasa tenang dari alam. Betapa alam menyajikan obat dari hiruk pikuk dunia yang tiada hentinya. Perjalanan tentang menikmati momen, tidak menghabiskan waktu dengan terus-terusan mengambil gambar ataupun berbagi di kanal digital, selain karena di Pulau Mahoro tidak ada sinyal sama sekali. Mengambil jejak digital untuk melengkapi perjalanan, bukan untuk mengurangi makna dari perjalanan itu sendiri.

Jika diizinkan kembali, ingin rasanya kembali ke Pulau Mahoro bersamamu Teman Perjalananku, siapapun kamu. Dan bahkan jika diberi kesempatan lagi ingin kembali bersama Teman Perjalanan seumur hidupku juga. Duduk berdua di bibir pantai memanjakan diri di atas karpet putih alami sembari melihat gulungan ombak air hijau toska yang lembut mengenai jemari kaki. Suatu saat nanti 😊

Epilog

Eksotisme Pulau Mahoro tidak bisa diwakilkan dengan untaian kata-kata, jepretan kamera, bahkan sinematik video. Ada rasa tenang di pulau ini yang hanya bisa dirasakan dengan duduk manja di atas karpet putih alaminya sembari memandangi air hijau toska yang mengalun tenang.

Dear, Teman Perjalanan, untuk menahan rasa penasaran akan pesona kesempurnaan Pulau Mahoro, kamu bisa melihat secara virtual melalui video yang kusematkan ini.



Perjalanan di Pulau Mahoro membuka mataku, bahwa Indonesia itu kaya. Pasti ada Mohoro-Mahoro lainnya yang nggak kalah eksotis. Dan perjalanan ke Pulau Mahoro ini menjadikanku mempunyai mimpi baru, yaitu berkeliling Indonesia untuk menambah cerita perjalananku: Alfiana’s Journey. 

Mungkin jika tidak mengunjungi Pulau Mahoro, aku tidak akan berani punya mimpi lagi. Apalagi travelling itu tidak bisa dipungkiri memerlukan biaya, waktu, dan tenaga yang harus dikhususkan. Tapi, inilah pelajaran yang bisa aku ambil dari perjalanan ke Pulau Mahoro ini. Bahwa, memang untuk mendapatkan suatu hal perlu ada proses yang dilalui termasuk menganggarkan biaya, menyediakan waktu, dan mempersiapkan tenaga. Karena nantinya saat  perjalanan travelling itu dilalui akan kita dapatkan wawasan-wawasan baru selanjutnya.

Akhirnya, semoga kamu bisa menikmati momen perjalanan indah juga, ya, Teman Perjalananku. Entah di Pulau Mahoro ini maupun di tempat lainya.

Teman Perjalananmu,
Alfiana :)

4 komentar

  1. Pantainya cantik kak, jadi pingin main ke sana

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul kak, airnya toska :*.. Aamiin kak list dulu kak Pulau Mahoro destinasi wisata selanjutnya

      Hapus
  2. Seru banget kak cerita tentang Pulau Mahoro, deskriptif banget, serasa jalan-jalan online nih hehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. eheheheh jalan-jalan online aja itu juga seru kok, nambahin list ide wisata kak wk

      Hapus