header-pojok-alfiana

Aplikasi Canva, Jalan Ninjaku

aplikasi-canva-jalan-ninjaku
Halo, Teman Perjalananku!

Sejak lahir aku tidak punya darah seni. Gambaran kaku, bikin sketsa gak bisa, feel seni pun juga nggak punya. Saat beranjak dewasa beberapa tugas dan pekerjaan mau nggak mau memaksa untuk bisa nge-desain. Gubrak!!

So, inilah perjalananku bersama Aplikasi Canva.

Sebelum Kenal Canva

Saat SMP, aku tergabung dalam ekstrakulikuler majalah sekolah. Waktu itu ada tugas untuk membuat layout majalah. Tentu harus pakai aplikasi khusus. Entah bagaimana, akhirnya kecemplung untuk pakai Corel Draw. Belajar karena keadaan. Ya mau nggak mau harus ngulik fitur-fitur Corel Draw, kalau enggak majalahnya nggak naik cetak dan terbit. Akan jadi runyam urusan.

Berlanjut hingga kuliah. Saat itu tahun 2016-an lagi hits sosial media instagram, di mana harus menampilkan konten berupa gambar. So.. aku makin rajin ngulik corel draw untuk membuat konten.

Long story short, saat aku mengikuti kelas pengembangan diri tahun 2018, aku dikenalkan dengan Aplikasi Canva. Di kelas tersebut, ada tugas-tugas yang harus diupload di instagram. Cuman, aku belum terlalu ngulik banget fitur-fitur di Canva, masih sering menggunakan Corel Draw untuk membuat konten.

Tahun 2020, untuk menunjang pekerjaan, aku menggunakan beberapa aplikasi desain. Mulai dari Corel Draw, PicsArt, Canva, aplikasi-aplikasi lain sampai lupa aku, semuanya aku kulik, dicobain satu per satu. Semua hasil desain juga sudah pernah nampang di sosial media. Kalau sekarang melihat desainku, aku bakal ketawa sampe bengeekk, wkwk yaa namanya perjalanan nge-desain.

Semakin lama aku kulik, semakin menemukan. Dan entah pada titik apa, lupa tepatnya, akhirnya aku sepenuhnya full time berpindah ke Canva.

Full Time dengan Canva

Mulai tahun 2020 pertengahan, aku benar-benar full time menggunakan aplikasi Canva untuk ragam kebutuhan. Kebutuhan personal, kegiatan sosial, menunjang pekerjaan, hingga benar-benar bekerja sebagai jasa creator dari Aplikasi Canva.

Untuk kebutuhan personal aku biasanya membuat konten instagram, menulis quote, membuat presentasi atau sekadar iseng-iseng mengasah skill.

Karena kebetulan aku mengikuti beberapa project sosial, Aplikasi Canva aku gunakan untuk membuat konten instagram, poster kegiatan, video profil, dan kebutuhan lain.

Untuk menunjang pekerjaan biasanya untuk membuat konten instagram dan membuat presentasi.

Pernah juga iseng-iseng nawaring jasa kelola instagram, yaa modalnya Aplikasi Canva. Hehehee. Tapi sekarang belum ditekuni lagi.

Karena kebutuhanku bersama Aplikasi Canva sudah tidak bisa ditawar lagi, sejak tahun 2021 aku memutuskan untuk berlangganan Canva Pro. Bahkan hingga saat ini, aku punya 3 akun Canva Premium. Satu akun untuk kebutuhan personal, satu akun untuk kebutuhan pekerjaan, satu akun lagi untuk project sosial. Beberapa sudah masuk tahun lanjutan, jadi sudah memperpanjang masa pakai premiumnya.

Kalau ditanya bisa dari mana? Ini adalah skill otodidak wkwk

Karena setiap hari membuka, mencoba, melihat, praktik, upload, praktik, share, jadi semakin paham harus gimana, harus pakai fitur apa. Lama-kelamaan sense of art juga bertambah sedikit demi sedikit hehe. Ya meskipun belum sebaik teman-teman yang memang fokus di bidang desain dan ilustrasi. Karena konon, Aplikasi Canva ini bukan aplikasi desain tapi aplikasi layout (menata icon-icon untuk menjadi sebuah desain utuh)

Selain itu juga rajin-rajin melihat tutorial dari Canva Creator lainnya. Biasanya para creator akan share tips-tips untuk nge-desain lewat Canva. Tapi menurutku, yang paling works adalah cobain dan praktik terus. Nggak usah takut salah, toh bisa dihapus juga hehe

Kalau digambarkan dalam sebuah animasi, inilah wajahku sebelum kenal Aplikasi Canva dan setelah kenal Aplikasi Canva. But, aku sangat enjoy dalam perjalananku belajar desain. 
canva-journey-alfiana

Infografis dalam Blog

Perjalananku di Canva ternyata tidak berhenti, terutama di bagian kebutuhan personalku dengan Canva. Tahun 2023 aku memutuskan untuk ikut kelas Blogging. Dalam perjalanan nge-blogging ternyata juga nggak jauh-jauh dari Canva, Dear.

Saat menulis artikel di Blog, adanya gambar ternyata bisa menambah daya tarik bahkan bisa menambah poin SEO on Page seperti yang sudah aku kupas pada artikel Manfaat SEO on Page.

Cuman aku pikir, gambar di blog itu hanya untuk penarik atau pemanis saja. Nah, pas kelas coaching bareng Kak Hamiem yang ngebahas detail soal gambar untuk blog, rupanya keberadaan gambar itu bisa dijadikan untuk pelengkap juga, Dear. Istilahnya adalah Infografis. 

Kak Hamiem menjelaskan bahwa infografis itu bukan infografik. Infografis = info yang dikemas dalam bentuk grafis, di mana bentuknya tidak selalu dalam bentuk grafik, bisa apa saja bentuknya. Kalau Infografik = informasi yang disajikan dalam bentuk grafik. 

Woo, aku baru tau, Dear. Makasih Kak Hamiem :)

Kak Hamiem kupas tuntas juga soal infografis ini di artikel Tips Membuat Infografis

Sebetulnya untuk membuat desain di Canva aku sudah cukup terbiasa. Cuman memang ada salah pengertian istilah infografis hehe. Selama ini ya nyebutnya ya bikin desain, bikin poster gitu aja. Nah, untuk di blog berarti istilahnya aku akan gunakan istilah ‘infografis’

Membuat Infografis dengan Aplikasi Canva

Ini tampilan infografis di blogku. Pemilihan warnanya orens cerah tapi ada nuansa kalemnya hehe
tampilan-infografis-dengan-camva
Kalau ditanya, cara bikin infografisnya gimana? Sebetulnya nggak pakai fitur neko-neko. Aku awalnya pakai template yang simpel (khusus untuk kebutuhan personal aku orangnya suka yang simpel-simpel), lalu aku sesuaikan warna dan fontnya. Khusus untuk infografis blog, font yang paling sering aku gunakan adalah Organic. Dan aku sudah tetapkan template khusus untuk blogku, jadi yaa gak setiap hari ubah template. Beda cerita kalau nge-desain untuk kerjaan atau konten instagram, ini pakai template yang beda-beda tentunya.

Nah, karena aku paling sering menulis tema travel dan kuliner, maka aku perlu banyak menampilkan foto-foto real. Jadi, ya paling banyak aku pakai fitur Upload (unggahan). Kemudian fotonya, aku sesuaikan dengan fitur Edit Foto.

Untuk foto, ada beberapa pilihan, Dear. Kamu bisa unggah dari galeri (foto kita sendiri), dari google drive, bahkan Aplikasi Canva juga menyediakan banyak pilihan foto yang bisa digunakan. Kamu bisa gunakan fitur Element – Photos.

Untuk di blog agak jarang sebetulnya pakai element Graphics karena sudah banyak foto-foto. Sesekali aku gunakan infografis yang berupa ringkasan. Tapi aku pun seringnya pilih yang simpel-simpel. Tipsnya, aku pilih template dengan mengetik ‘List’ nah biasanya langsung muncul template yang berupa list-list gitu, tinggal disesuaikan aja deh.

Beda kalau aku bikin desain untuk kerjaan atau bikin konten instagram, maka aku akan banyak memasukkan element graphics.

Kadang ada yang tanya, keywordnya apa sih, kok bisa dapat gambar yang bagus-cakep-sesuai? Emmt, gak ada trick khusus sebetulnya. Mungkin karena aku sudah pakai Canva Premium jadi stock element dan gambarnya melimpah ruah. Tapi bisa jadi… aku seringkali menggunakan keyword dalam bahasa inggris, dulunya sih seringnya pakai bahasa indonesia. Tapi kadang element yang aku cari tidak muncul.

Nah, saat ini, aku sering menggunakan keyword bahasa inggris aku terapkan untuk mencari ekement. Contoh sederhana, coba ketikkan kata Membaca Nyaring dan Read Aloud, mana yang lebih memuaskan hasilnya. Kalau aku pribadi lebih memuaskan yang keywordnya bahasa inggris. Hehehe boleh dicoba sendiri deh, Dear.

Epilog

Rasa-rasanya kalau diberi kesempatan ketemu dengan founder Aplikasi Canva, aku mau sungkem mengucapkan terima kasih telah membuat Aplikasi Canva. Meski tidak apple-to-apple jika dibandingkan dengan Corel Draw, Photoshop, dsb karena memang aku mengiyakan bahwa Aplikasi Canva ini adalah aplikasi tata letak bukan aplikasi desain macam Photoshop, Medibang, ProCreate, dsb tapi aku tetap happy banget telah mengenal Aplikasi Canva.

Aplikasi Canva ini semacam jalan ninja untukku dalam proses berkarya. SAT SET kalau aku bilang. Banyak hal yang sudah aku capai dengan bantuan aplikasi canva ini. Dan yang membuat semakin suka, secara berjangka Aplikasi Canva memperbaiki fitur dan terus menambah fitur. Bahkan sekarang ada fitur AI-nya, lho, Dear. Ahh, makin jatuh hati deh :*

Yukk, yang belum coba Aplikasi Canva, cobain deh, kau akan temukan dunia tanpa batas.

Teman Perjalananmu,

Alfiana 😊

8 komentar

  1. Kok setuju ya sm istilah kak alfi, aplikasi tata letak, bukan aplikasi design..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak, sempat rame pas viral2nya canva kmrn hehe

      Hapus
  2. Sama banget kak, kayak aku lebih suka pakai warna kalem-kalem... hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak, enak dipandang mata.. pilih yg kalem tapi tetap fresh kak

      Hapus
  3. Sepakat juga ya.. Tapi meskipun tinggal tempel-tempel, tetep aja butuh proporsi kemampuan seni agar jadi desain yang nyeni 😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyawww kak bener.. lama2 nanti feel seni nya keasah, praktik praktik

      Hapus