header-pojok-alfiana

8 Cara Membacakan Nyaring, Sarana agar Anak Cinta Membaca

cara-membacakan-nyaring
Cara Membacakan Nyaring
Halo, Teman Perjalananku

Perjalanan membawaku terjun di dunia Read Aloud atau Membacakan Nyaring. Alhamdulillah banyak ilmu dan pengalaman berharga yang aku dapatkan melalui kegiatan Read Aloud. Sedari awal terjun di dunia Read Aloud, aku sudah langsung jatuh cinta sedalam-dalamnya dengan dunia Read Aloud. Jatuh cinta mulai dari manfaat, proses, tahapan serta cara membacakan nyaring. Semua hal yang berkaitan Membacakan Nyaring aku suka, Dear.

Teman-teman yang belum mengetahui apa itu Read Aloud, akan sedikit aku jelaskan apa pengertian Read Aloud? Read Aloud atau Membacakan Nyaring adalah kegiatan membaca buku atau bacaan dari orang dewasa kepada pendengar, biasanya sih anak-anak.

Ini adalah pemodelan saat temanku, Mbak Retno, melakukan Read Aloud di sebuah sekolah dasar bersama Komunitas Read Aloud Klaten akhir Juli 2023 lalu, tepatnya saat kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Sekolah)
Pemodelan Membacakan Nyaring oleh Retno Asih
Pemodelan Membacakan Nyaring oleh Retno Asih
Manfaat Read Aloud tidak diragukan lagi, Dear. Sel saraf sinapsis pada otak anak akan berkembang pesat dengan stimulasi read aloud. Dalam hal berbahasa, anak yang dibacakan buku secara rutin akan mempunyai tabungan kosakata yang sangat banyak, hal ini akan sangat berdampak untuk periode perkembangannya, yaitu saat proses membaca dan menulis.

Dan tentu saja, anak yang dibacakan nyaring akan mempunyai wawasan dan pengetahuan latar yang kompleks. Ia akan cerdas dan kritis terhadap berbagai hal. Bonus dari Membacakan Nyaring adalah kedekatan anak dan orang dewasa (orang tua) yang membacakan karena dalam proses membacakan nyaring akan ada interaksi dan bonding.

Dan yang membuat aku makin takjub, jika cara membacakan nyaring kita tepat itu akan menjadikan anak tidak hanya menjadi generasi yang “bisa membaca” tapi generasi yang “Cinta Membaca”, Untuk itu, aku ingin berbagi pengalaman, cara membacakan nyaring yang selama ini aku praktikkan.
8 Cara Membacakan Nyaring
8 Cara Membacakan Nyaring Anti Gagal, Sarana agar Anak Cinta Membaca

Pilih Buku Bersama Anak

Sebelum membacakan nyaring, ajak anak memilih buku yang akan dibaca. Kira-kira anak pengen dibacakan buku yang mana? Jika sudah mendapatkan bukunya, maka biarkan anak yang mengambil di rak buku. Tempatkan buku-buku pada rak atau tempat yang mudah dijangkau oleh anak tapi tetap dalam pengawasan.

Kadang pilihan orang dewasa yang kita anggap cocok, belum tentu anak akan menikmati buku yang akan dibacakan. Namun, tentu kita perlu mengarahkan buku mana yang cocok untuk ananda. Teman-teman juga perlu memahami jenjang buku yang tepat untuk anak, supaya anak mendapatkan bacaan yang sesuai dengan usia dan tahapan perkembangan kognitifnya.

Adakan Percakapan Pengantar

Sebelum membaca buku, buka dengan percakapan ringan mengenai isi buku. Poin nomor dua ini, juga bisa dilakukan sebelum tahap memilih buku.

Misalnya, teman-teman ingin membahas mengenai cita-cita. Bisa dengan melakukan obrolan ringan seperti ini,

“Adek tau cita-cita enggak?”

“Nak tau nggak Ayah kalau pergi pagi itu ngapain? Iya ayah kerja.. Ayah kerja apa, Nak”


Setelah itu, informasikan bahwa kita memiliki buku yang sesuai dengan obrolan tadi. Kemudian bisa dilanjutkan dengan mengadakan percakapan tentang buku tersebut secara general.

Jelaskan Sampul Buku

Saat akan mulai membaca, terlebih dahulu perlihatkan sampul buku. Brainstorming anak dengan menjelaskan secara general dengan cara membacakan judul dan menunjukkan ilustrasi yang ada di dalam buku. Pada tahap ini, bacakan nama penulis, ilustrasi, dan penerbit buku tersebut.

Begini gambaran percakapannya, “Nak, kita lihat yukk di sampul buku ada gambar apa ya.. Wahh ada gambar gajah, gajahnya ngapain? Ohh iya nyemburr, pakai apa? Belalai betul. Kira-kira gajahnya ngapain ya kok nyembur-nyembur? Adek penasaran nggak (biasanya anak akan memberikan persetujuan bahwa dia penasaran), mau kita baca bukunya? Penasaran kan.. Yukk kita cari tau kenapa ya gajahnya nyembur. Nah buku ini judulnya “Belalai Tiwi” (kita bisa ulang-ulang saat membacakan judul ini). Buku ini ditulis oleh… Ilustrator oleh.. Diterbitkan oleh… Kita bacaaa bismillahirrohmanirrahim.”

Cara Membacakan Nyaring Teks Bacaan

Penting bagi kita orang dewasa untuk membaca terlebih dahulu seluruh isi buku yang akan dikonsumsi oleh anak. Dengan begitu, kita akan paham cara membacakan nyaringnya akan seperti apa? Adakah bagian kalimat yang harus disesuaikan.

Salah satu inti dari membacakan nyaring adalah menambah kosa kata buku di bejana kosakata anak. Sehingga, cara membacakan nyaring yang tepat adalah kita membacakan buku sesuai teks yang ada di buku tersebut. Inilah penting kita harus membaca dulu teksnya serta paham perjenjangan buku agar buku yang dikonsumsi anak sesuai. Karena penulis yang memang paham mengenai perjenjangan buku, sudah pasti akan memilih kosakata yang tepat untuk anak usia sekian, dst.

Saat membacakan nyaring perlu dilakukan interaksi saat buku itu dibacakan, baik itu kontak mata, kontak fisik secukupnya, menirukan, berdiskusi, dan tanya jawab. Foto ini akan menggambarkan bagaimana proses interaksi dengan anak saat membacakan nyaring.
Cara interaksi saat membacakan nyaring
Interaksi saat Membacakan Nyaring
Bagaimana intonasi suara dan mimiik wajah ketika membacakan ini juga perlu diperhatikan. Ketika kita membaca kata “senang” maka raut wajah kita juga harus senang. Jadi, anak tau, “Ohh kata senang itu maknanya seperti ini.”

Jelaskan Ilustrasi dan Detail Buku

Yang tak kalah penting selain membacakan teks secara utuh, cara membacakan nyaring yang tepat adalah dengan menjelaskan ilustrasi pada buku bahkan detail dari setiap isi buku.

Di buku bergambar, biasanya akan terdapat ilustrasi-ilustrasi yang menjelaskan kalimat. Nah, saat membacakan nyaring tunjuk gambar atau ilustrasi dengan jari kita atau bisa meminta anak yang menunjukkan.

Selain itu, kita juga perlu untuk mengikuti atau mendalami alur emosi dari buku tersebut, bagian mana kita harus senang atau sedih, mengikuti isi buku. Anak adalah peniru yang ulung. Dari cara membacakan nyaring ini, anak akan lebih memahami isi bacaan. Biasanya, anak yang dibacakan buku akan lebih ekspresif.

Atau anak juga bisa kita ajak untuk menirukan kegiatan yang ada dalam buku tersebut. Misalnya, ada suara hewan, kita bareng-bareng meniru suara hewan. Ada burung terbang, maka kita ikut menggerakkan tangan seperti kepak sayap.
Kunci membacakan nyaring adalah jangan malu dan totalitas terutama saat menjelaskan ilustrasi dan memperagakannya.

Lakukan Diskusi Terbuka

Tujuan membacakan nyaring adalah membuka atau menambah wawasan anak mengenai suatu hal. Setelah buku dibacakan, adakan diskusi terbuka dengan anak. Diskusi ini bisa membahas buku ataupun bahasan di luar buku tapi masih ada kaitannya dengan tema buku yang dibaca.

Pertanyaan diskusi terbuka bisa seperti ini :

"Gajahnya tadi ngapain?"

"Menurut Adek menolong teman itu baik nggak?"

"Adek sedih nggak kalau jatuh dari sepeda?"

"Ohh, jadi Adek kalau mau minta bantuan ke Abang harus bilang apa?"

"Adek kalau berbohong boleh tidak?"

"Adek itu dijaga sama Allah lewat Ayah dan Bunda, itu bentuk kasih sayang Allah, Dek"

"Gimana Dek suara sapi? Sapi makan apa?"

"Hewan sapi itu sama atau beda dengan Kambing, kakinya berapa?"


Dan seterusnya, disesuaikan saja dengan buku dan kondisi atau tahap perkembangan anak-anak.
Perlu diingat bahwa diskusi terbuka ini jawabannya tidak ada benar atau salah. Kita hanya perlu mengkonfirmasi jawaban anak dan dilanjutkan dengan diskusi.

Ssst, siap-siap yaaa, tahap diskusi dengan anak jika anak kritis maka kita orang dewasa seakan uji nyali wkwk Karena nantinya anak pasti ada-ada saja pertanyaan yang diajukan yang bahkan kita aja gak kepikiran kok bisa ada pertanyaan seperti itu. Bingung kan jawabnya, Dear.

Lengkapi dengan Bookishplay

bookisplay untuk membacakan nyaring
Bookishplay setelah sesi membacakan nyaring
Bookisplay adalah kegiatan yang berkaitan dengan buku. Tujuannya untuk memperdalam pemahaman anak mengenai buku yang tadi dibacakan. Kegiatan bookisplay tidak harus yang ribet harus bikin prakarya gitu tidak.

Kegiatan bookisplay itu sangat beragam, bisa mewarnai, menggambar, membuat origami, membuat puzzle, poster, surat, bermain warna, membuat topeng, membuat hiasan, membuat prakarya, mengamati sesuatu, pergi ke suatu tempat, bahkan mengadakan diskusi atau percakapan terbuka juga sudah termasuk bookisplay, loh.

Jadi, bookisplay adalah kegiatan apapun untuk memperdalam pemahaman anak mengenai buku atau topik buku yang dibaca. Teman-teman bisa memberikan pemahaman tambahan ke anak bahwa bookishplay yang kita lakukan tujuan untuk ini, ada korelasinya dengan buku yang dibacakan tadi.

Hadir Sepenuhnya saat Membacakan Nyaring

Poin terakhir ini bukan hal teknis tapi ini sangat berpengaruhhhh. SANGAT BERPENGARUH. “Kasarannya” yaa, sebenarnya anak tidak butuh buku mahal, kualitas kertas terbaik, hard cover, buku ini itu, fitur ini fitur itu, teknik baca harus gini harus itu. 
Yang dibutuhkan anak adalah kehadiran dan ketulusan. 
Kita hadir sepenuhnya saat anak meminta dibacakan nyaring bahkan kita sendiri lo yang seringkali mengajak anak untuk membaca buku. Kita hadir sepenuhnya tidak? Pikiran kita kemana? Pikiran kita ke buku yang dibacakan tidak, pikiran kita ke anak tidak?

Dan tulus. Rasa tulus kita akan menjadikan hal-hal teknis itu terasa mudah dilakukan. Tulus ikhtiar mendidik generasi dengan cara yang menyenangkan yaitu dengan metode membacakan nyaring yang asyik. Tulus dengan anak, tidak memaksa anak, tau batasan kemampuan anak, tapi dalam waktu bersamaan tau bahwa anak juga perlu dididik. Dengan hati yang tulus buahnya adalah kesabaran.

Itu tadi teman-teman, 8 Cara Membacakan Nyaring yang biasanya aku lakukan baik saat membacakan nyaring untuk ponakan (audiens sedikit) atau untuk audiens besar. Untuk audiens besar ada tambahan-tambahan tip khsusus, aku ceritakan di artikel lain, ya, Dear.

Tentu saja, cara membacakan nyaring yang aku tuliskan bisa saja tidak semuanya bisa dilakukan secara mulus, tapi perlu kita upayakan dengan maksimal. Dan yang aku tuliskan juga masih perlu banyak saran. Bagaimanapun kondisinya, kita berusaha maksimal untuk mendidik generasi salah satunya dengan cara membacakan nyaring ini.

Teman-teman pasti punya pengalaman seru saat membacakan nyaring nih, aku penasara, loh. Boleh kubaca ceritamu di kolom komentar 🙂


Alfiana,

Teman Perjalananmu.

10 komentar

  1. PeeR saya nih kalau membaca nyaring masih kesulitan ekspresi saat memperagakan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kadang malu yaa hehe, tapi anak selalu kasih penialain positif lohh

      Hapus
  2. Yang dibutuhkan anak adalah kehadiran dan ketulusan; hangat banget bagian ini mba

    BalasHapus
  3. Ini nih, kegiatan produktif bagi ibu dan anak tuh ada pada readaloud. Aktivitas readaloud ini bukan hanya menyenangkan anak, tetapi ibu juga 🙂

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah iya dongg, apalagi baca buku2 yg sewaktu kecil belum kesampaian, berasa inner child terpanggil

      Hapus
  4. Keren...memang untuk mengajarkan anak membaca nyaring harus ada pendampingan dan memilih bacaan bareng supaya minat baca anak semakin tinggi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul kak, jadi anak merasa terlibat di proses membaca itu

      Hapus
  5. Yang sering ke skip adalah membacakan penerbit, penulis, ilustrator :D karna merasa anak nggak perlu tahu. Padahal itu penting ya kak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak novita, pentinggg krn biar anak paham ohh buku itu ada prosesnya sblm sampe aku baca

      Hapus