header-pojok-alfiana

Read Aloud Klaten Fasilitasi Belajar Perambatan Bunyi melalui Metode Read Aloud di SD IT Hidayah Ngawen

Percobaan Membuat Alat Musik dari Botol Kaca
Percobaan Membuat Alat Musik dari Botol Kaca
Halo, Teman Perjalananku!

Rabu, 4 Oktober 2023 lalu Komunitas Read Aloud Klaten memenuhi undangan SD IT Hidayah Ngawen untuk melaksanakan kegiatan Read Aloud atau membacakan nyaring. Kegiatan diikuti oleh 92 siswa kelas lima dan guru kelas. Tema kegiatan adalah eksperimen sains, sub bab fisika dan bunyi. Kegiatan dimulai dengan ice breaking, membacakan buku secara nyaring buku "Ting-Ting", dilanjutkan dengan kegiatan praktik eksperimen bunyi: membuat telepon kabel sederhana dan membuat alat musik dari botol kaca. 

Komunitas Read Aloud Klaten adalah komunitas literasi dengan fokus utama mengampanyekan metode membacakan nyaring di wilayah kabupaten Klaten dan sekitarnya. Komunitas Read Alod Klaten terbuka dengan kolaborasi berbagai pihak, seperti indovidu, instansi, sekolah, komunitas, dan lainnya. Update kegiatan Read Aloud Klaten melalui instagram @readaloudklaten

Opening Kegiatan

Dalam rangkaian kegiatan dimulai dengan pemanasan, agar suasana menjadi nyaman dan ceria. Anak-anak kami ajak untuk tepuk-tepuk. SDIT Ngawen punya tepuk semangat yang unik. Saat aba-aba tepuk semangat dimulai anak-anak akan menjawab "Se-se-semangat 3x" yang terakhir ada tambahan "uyeee!!!" sambil mengepalkan tangan ke atas.

Tepuk Semangat
Tepuk Semangat 
Dilanjutkan dengan ice breaking yang dipandu oleh Kak Retno Aji. Yaitu menyanyikan lagu "Naik Delman." Meskipun ini lagu yang mudah, tetapi dalam praktunya, anak-anak ada yang salah menyebutkan lirik, lo, Dear. Jika ada yang salah, biasanya anak-anak lain akan bersorak-sorai menertawai temannya,
Ice breaking
Mbak Retno Aji sedang melakukan Ice Breaking

Kegiatan Membacakan Nyaring

Kegiatan inti adalah membacakan nyaring. Pada kegiatan kemarin, dikarenakan jumlah siswa yang cukup banyak, kegiatan membacakan nyaring menggunakan bantuan proyektor dengan menampilkan buku digital. Buku yang dibacakan berjudul "Ting-ting-ting" yang diambil dari aplikasi Let's Read.
Membacakan nyaring
Alfiana sedang membacakan nyaring buku digital
Pada kegiatan di SDIT Hidayah Ngawen, aku berkesempatan membacakan nyaring buku digital. Anak-anak antusias mendengarkan cerita yang dibacakan. Ada seorang anak bernama Cici. Alat musik calung milik Cici rusak, tetapi ia tidak punya cukup uang untuk membeli calung baru. Ia mencari cara agar mempunyai alat musik baru. Cici memukul-mukul kursi, meja, lemari, dan botol kaca. Dan tanpa sengaja, ia menemukan formula musik melalui botol kaca. Akhirnya do-re-mi-fa-sol-la-si-do!! Cici punya alat musik bari dengan botol kaca.

menyimak kegiatan Membacakan Nyaring
Siswa-siwi SD IT Hidayah sedang menyimak kegiatan Membacakan Nyaring

Teman-teman dapat membaca dan mengunduh buku digital yang aku baca di sini :

Belajar tentang Bunyi

Konsep Perambatan Bunyi

Untuk mengawali proses belajar tentang bunyi, Mbak Retno Asih memberikan sebuah contoh sederhana yaitu dengan mengajak anak TOS. Dalam ilmu Fisika, dijelaskan bahwa bunyi memiliki tiga sifat, yaitu merambat melalui media, dapat dipantulkan, dan dapat dibiaskan. 

Retno Asih dan Siswa Praktik Perambatan Bunyi

Praktik Membuat Telepon Kabel Sederhana

Kegiatan selanjutnya adalah praktik membuat telepon kabel sederhana. Konsep sifat bunyi adalah perlu media untuk perambatan. Salah satu media perambatan bunyi yaitu benda padat. Membat telepon kabel sederhana ini adalah salah satu penerapan konsep bahwa bunyi dapat merambat melalui benda padat, yaitu melalui gelas dan tali. 

Jadi, Dear, bunyi dapat merambat lebih cepat melalui benda padat dibandingkan benda yang lainnya. Hal ini dikarenakan partikel pada benda padat lebih rapat untuk merambatkan bunyi.

Percobaan Telepon Kabel Sederhana
Percobaan Telepon Kabel Sederhana
Anak-anak terlihat antusias banget, Dear sewaktu membuat dan mempraktikkan telepon manual ini. Anak-anak jadi lebih mengerti maksud dari perambatan bunyi karena mereka langsung mempraktikkan.

Praktik Membuat Alat Musik dari Botol Kaca

Kegiatan makin seru dengan eksperimen membuat alat musik dari botol kaca. Saat sesi membacakan nyaring, buku "Ting ting ting" membantu menjelaskan hal ini dengan sederhana tapi mudah untuk dimengerti. 

Kok bisa sih, gelas kaca yang diisi air bisa menjadi alat musik?

Penjelasannya seperti ini, Dear. Ketika botol kaca atau gelas kaca diisi air dan dipukul maka akan menghasilkan getaran pada kaca. Getaran ini akan menghasilkan gelombang bunyi yang dihantarkan oleh air.

Lalu, kenapa bunyinya bisa berbeda-beda?

Nah, semakin tinggi volume air maka akan semakin sedikit getaran yang dihasilkan, karena getaran akan diredam oleh air lebih banyak, sehingga nada yang dihasilkan lebih rendah. Begitupun sebaliknya, semakin rendah volume air, maka akan getaran yang diredam sedikit, karena volume airnya juga sedikit sehingga kolom udara yang ada dalam botol kaca lebih banyak, sehingga bunyi yang dihasilkan lebih nyaring.
Siswa sedang menyesuaikan volume air dalam botol kaca
Para siswiSDIT Hidayah Ngawen sedang menyesuaikan volume air dalam botol kaca

Saatnya mencoba alat musik...

Jika diurutkan 8 botol berjejer, botol kaca ini akan dapat dijadikan alat musik, karena memiliki nada yang indah. Bisa dibilang membentuk nada do-re-mi-fa-sol-la-si-do

Setelah anak-anak berhasil membuat sususan tinggi rendah bunyi pada botol kaca, saatnya sesi memainkan alat musiknya. Sesi ini akan seruu banget, Dear. Di sesi ini pula, wawasan anak menjadi holistik, bahwa benar perbedaan volume akan menghasilkan perbedaan bunyi.

memainkan alat musik dari botol kaca
Para siswa SDIT Hidayah Ngawen memainkan alat musik dari botol kaca
Closing Kegiatan

Rasa-rasanya kemarin itu, waktu dari pagi sampai menjelang dzuhur itu kurang, Dear. Mau dilanjut sampai sore pun kayaknya anak-anak ini masih sanggup. Tapi apalah daya, tenaga manusiawi aku dan teman-teman sudah terkuras. 

Aku dan rekan-rekan Komunitas Read Aloud Klaten menutup sesi dengan meminta anak-anak menyampaikan kesan yang mereka rasakan selama mengikuti kegiatan. Jawaban anak-anak mostly merasa senang dan seru. Alhamdulillah anak-anak senang, semoga bisa menjadi hal yang bermanfaat. Tak lupa kita bagi-bagi souvenir untuk apresiasi anak-anak.

Melalui tulisan ini, aku sampaikan ucapan terima kasih untuk SDIT Hidayah Ngawen beserta para guru hebat yang telah memberikan undangan dan kesempatan untuk Komunitas Read Aloud Klaten mengisi acara. Juga untuk teman-teman Komunitas Read Aloud Klaten yang ikut serta dalam kegiatan. Dokumentasi pada tulisan ini milik Komunitas Read Aloud Klaten.

Terakhir untuk melengkapi dokumentasi kegiatan, sila tonton video reels editan Mbak Puput yang cakepp banget ini, Dear. 


Sampai jumpa di kegiatan Read Aloud selanjutnya :)

Alfiana,
Teman Perjalananmu :)

3 komentar

  1. Ternyata mata pelajaran bisa disajikan lebih menarik dengan read aloud ya

    BalasHapus
  2. keliatan banget wajah wajah antusias anak-anaknya.. pasti berkesan sekali acara ini buat mereka

    BalasHapus
  3. Komunitas read aloud ini tiap daerah ada ya kak?

    BalasHapus