header-pojok-alfiana

Who am I? Menemukan Diri di Dunia Penuh Distraksi

siapa-aku

Halo, Teman Perjalananku

Perjalanan Mengenal Diri  

Jikalau ada yang berpikir dan bahkan aku pun juga berpikir bahwa perjalanan mengenal diri terlihat sederhana dan ahhh masak mengenal diri doang nggak bisa? Untuk hal ini, dengan tegas aku jawab : Aku bukan tidak bisa, tapi aku pikir, diri ini tidak bisa dikenali barang satu-dua hari, satu-dua bulan. Karena ada banyak sekali ragam faktor internal maupun eksternal yang membuat segala sesuatu tidak langsung nampak ketemu jawabannya. Ragam faktor internal sudah cukup membuat bias ditambah faktor eskternal yang penuh distraksi membuat rentang fokus pada memperhatikan diri sangat terbatas.

Oya Dear, menurutku proses pengenalan diri adalah sesuatu yang seru. Mungkin akan terjadi seumur hidup. Sampai kita usia 20-an, 30-an, 40-an, 50-an, 60-an.. atau hmm, I don’t know more about this. Karena aku pikir di setiap periode waktu, kita akan mengalami peran yang berbeda, situasi yang berbeda, yang gak bisa ditebak sekarang ini. Bahkan proses pengelana diri ini terjadi sampai akhir waktu kita di dunia ini. I don’t know more about this.

Namun, ada hal yang sampai saat ini terus aku tanamkan dalam diri, 
"Bahwa satu-satunya hal yang pasti bisa aku pikirkan, aku rasakan, aku lakukan dan bisa aku akui adalah hal-hal yang sekarang terjadi di depan mataku. Terlepas suka atau tidak suka, nyaman atau tidak nyaman, menguasai atau tidak menguasai."
Bahwa yang terjadi pada diri kita semua ada kaitannya dengan “invisible hand.” Yesss, ada campur tangan Allah (Tuhan kita, sesuatu yang gaib, invisible, tidak tampak) pada setiap detik kehidupan kita. Termasuk yang sekarang, hal-hal yang terjadi pada diriku.

So, here I am.

Blogger

Masih inget tulisanku tentang mengapa aku menulis dan mengapa aku memilih blog sebagai jalanku. Yapss, ini semua tentang perjalananku, Dear. All about Alfiana’s Journey. Menulis adalah bagian dari perjalanan hidupku yang terjadi mengalir begitu saja sejak aku kecil.

Hingga akhirnya, semakin aku dewasa, di titik aku ingin menemukan diriku itu siapa bersamaan dengan keinginanku untuk terus belajar akan hal baru, aku memutuskan untuk menyelami perjalananku lebih dalam di bab menulis ini melalui blog. Bahkan untuk bab-bab kehidupan lainnya.

Blog adalah perjalananku mengenali diriku. Mengenal siapa aku, mengenal kesukaanku dan ketidaksukaaku, mengenal bidang kerja yang ingin aku tekuni, mengenal kegiatan sosial apa yang aku senang menjalaninya, mengenal bidang pengembangan diri apa lagi yang ingin aku dalami atau bahkan ingin aku coba lagi. Jadi, bolehlah aku mengatakan diriku sebagai seorang blogger, lebih tepatnya blogger yang masih terus berproses dan bertumbuh.

Read Aloud Activist

Tidak sengaja dipertemukan dengan kegiatan yang sangat menyenangkan Read Aloud (membacakan nyaring). Hampir dua tahun ditempatkan di tempat terbaik untukku menuntut ilmu di Komunitas Read Aloud Semarang. Dan kini, ditempatkan di Komunitas Read Aloud Klaten. Sebelumnya juga ditempatkan oleh Allah di Rumah Baca Nusantara Inklusi.

Dan aku pikir, di Read Aloud Klaten dan Rumah Baca Nusantara Inklusi tidak hanya kini, tapi akan selamanya. Terlebih jika aku akan terus tinggal di Klaten. Selamanya adalah keniscayaan yang tidak bisa aku hindari, hehe.
read aloud aktivis
Fotoku saat Membacakan Nyaring
Jadi, boleh kubilang bahwa aku adalah Read Aloud Activist. Dan aku pun senang jika dikenal sebagai itu. So, identitas Alfiana adalah Read Aloud Activist.

Ortotist Prosthetist (Ortotis Prostetis)

Bidang ini adalah sesuatu yang tidak ada di bayanganku. Ortotis prostetis adalah seseorang yang bekerja dalam bidang pelayanan rehabilitasi medik khususnya untuk pembuatan alat bantu mobilisasi. Contohnya membuat kaki palsu, tangan palsu, skoliosis brace, alat bantu cerebral palsy AFO, dan banyak alat lainnya.

Bidang ortotis prostetis tidak berhenti dalam pembuatan alat saja tapi juga pengembangan, riset dan development produk atau bisa jadi supplier. All about field yang dapat membantu rantai kegiatan pelayanan ortotik prostetik ini. Ortotis prostetis masuk dalam kategori tenaga kesehatan (yapss, aku pun juga punya Surat Tanda Registrasi/STR sebagai Tenaga Kesehatan)

Dan lagi, bidang ini rasa-rasanya tidak bisa aku hindari. Jika boleh bilang, “semakin aku menjauh, semakin didekatkan.” Meskipun jika dibandingkan dengan teman sejawat lainnya, kontribusiku dalam bidang ini belum apa-apa. Masih seujung kuku.

ortotis prostetis
Ortotis prostetis sedang mendampingi seorang anak kecil menggunakan kaki palsu (prostesis)
Dear, jika kamu tidak keberatan mengiyakan pengakuanku, bahwa aku senang bisa ada di jalan ini. Banyak hal positif yang aku dapatkan, untuk diriku dan untuk orang sekitarku. Yess, tidak ada hal lain yang boleh aku tolak jika untuk diri sendiri dan orang lain bisa ada manfaatnya. Jadi aku rasa, untuk saat ini, bolehlah aku sebut diriku sebagai Ortotis Prostetis.

Traveller – Petualang

Traveller yang aku maksud di sini, tidak berhenti dalam hal jalan-jalan mengunjungi suatu tempat, tapi lebih dari itu.

Traveller yang jalan-jalan mengujungi suatu tempat pasti iya. Itu adalah aku. Aku punya mimpi bisa keliling Indonesia. Menjelajah dan tinggal di tempat-tempat baru barang 1-2 minggu. Mengambil banyak pelajaran dari perjalanan itu.

Lebih dari itu aku adalah petualang. Aku tertarik banyak hal. Aku senang mencoba hal baru. Aku melakukan ragam kegiatan. Aku mengambil beberapa pekerjaan sekaligus. Ada bidang penerbitan yang masih naik turun yang sedang kugarap (Aksara Bersama dan Aksara Kreatif). Ada bidang penjualan produk yang sedang kudevelop juga (Dapur Orange). Dan many things.

That’s why blog ini adalah Alfiana’s Journey. Karena blog ini adalah bagian dari perjalanan dan petualanganku.

Here I am

Kartu nama alfiana
Kartu Nama Alfiana
Kadang aku kebingungan atas fokus diriku. Tapi aku juga senang atas ragam hal yang aku pelajari dan lakukan. Gak apa-apa. Ini adalah masaku untuk mencoba dan merasakan sebanyak mungkin hal. Suatu saat, aku akan menemukan fokusku. Entah kapan.

Dan bahkan, aku pikir fokus satu hal saja itu tidak ada. Pastilah kita sebagai manusia akan menjalani periode waktu dan melakukan berbagai peran yang mengharuskan terus adaptasi dengan diri. Jadi mungkin istilah yang pas adalah THE MOST I DO di periode waktu tertentu. Dan itulah aku. Tapi mungkin ada yang hanya fokus satu hal saja, tapi itu jarang aku temui. Branding untuk umum mungkin bisa saja satu hal, tapi dalam kehidupan nyata, aku pikir itu tidak ada.

Banyak yang menyarankan untuk memikirkan spesialiasi dan branding diri, karena itu penting. Yes aku setuju. Terlebih jika tujuannya untuk meluaskan dampak. Jadi jika aku harus memilih spesialisasi dan membuat branding diri, untuk saat ini aku memilih menjadi Read Aloud Activist, Orthotist Prosthetist, dan Traveller. Yang dengan itu,
Semoga ada titik baik untuk diriku sendiri, untuk orang sekitar, dan bahkan bisa meluas.
Teman Perjalananmu,

Alfiana :)

10 komentar

  1. Masyaallah, karena allah memang titipkan banyak skill jadi sangat wajar jika dlm proses kehidupan kita menjalani banyak peran y 🤗❤️ sukses mba alfi

    BalasHapus
  2. Wah keren, banyak skill dan banyak kegiatan positif.
    Ijin tanya mbak, yg dimaksud peralatan untuk penderita scoliosis itu apa mbak?

    BalasHapus
  3. Masya Allah, hebat sekali mba Alfiana. Seorang petualang akan terus mencari dan belajar. Ayo kapan kita travelling bareng?

    BalasHapus
  4. MasyaAllah keren sekali kak tulisannya.

    BalasHapus
  5. Keren sekali Kak tulisanya.. mengalir, enak bacanya :)

    BalasHapus
  6. Iya ya baru sadar,mengenal diri sendiri itu tidak kenal umur. Berapa pun usianya,ada saja hal baru yang ditemukan dalam diri ini

    BalasHapus
  7. MasyaAllah....terhanyut bacanya.
    Multitalent sekali mbak Alfi. Semoga sukse selalu.

    BalasHapus
  8. Masya Allah .. banyak sekali aktivitas positifnya... sukses terus ya mbak

    BalasHapus
  9. jadi makin kepo sama kegiatan read aloud kak.., soalnya kelihatan seru..

    BalasHapus
  10. Keren banget kak Alviana, ya setuju mengenal diri sendiri membutuhkan waktu seumur hidup dan itulah keunikan dari manusia. semangat dan istikamah terus yaa kak :)

    BalasHapus