header-pojok-alfiana

Kuliner Legendaris, Selat Solo "Tenda Biru" Pak Bejo

Warung Selat Solo "Tenda Biru" Pak Bejo
Halo, Teman Perjalananku!

Siapa sih yang nggak suka kulineran? Semua pasti suka, entah diet gak diet pokoknnya gasss!!

Ulasan kuliner kali ini adalah salah satu makanan legendaris di Kota Solo, yaitu Selat Solo "Tenda Biru" Pak Bejo. Warung makan legend ini sudah berdiri selama 21 tahun, sejak tahun 2002. Jadi, wajar banget kalau ini tuh jadi TOP LEGEND kuliner di Kota Solo. Tapi, meski sudah berpuluh-puluh tahun, aku sendiri baru sempat ke Selat Solo "Tenda Biru" Pak Bejo beberapa waktu yang lalu wkwk dan pas pertama kali nyoba emang langsung se-jatuh cinta ituu, Dear. Nyesel banget kenapa gak dari dulu nyobain.

Membaca prolog tulisan aja udah bikin penasaran, ya, Dear. Seperti apa sih Selat Solo? Se-enak apa Selat Solo-nya hingga bisa jadi makanan legendaris? Adakah menu lain selain Selat Solo? Berapa kisaran harganya? Lokasi dan akses menuju warung gimana?

Cekidoottt deh...

Lokasi dan Akses Selat Solo "Tenda Biru" Pak Bejo

Lokasi Selat Solo "Tenda Biru" Pak Bejo ada di Jalan Jl. Dr. Wahidin No.26, Purwosari, Kec. Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57142. Lokasi ini adalah lokasi warung yang terbaru. Nah, kalau warung yang ini sudah membludak, teman-teman bisa ke warung satunya (warung lama) tidak jauh dari warung baru (hanya beda gang) yaitu di Jl. K.H Samanhudi No.3, Bumi, Kec. Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57149
Akses ke warung Selat Solo "Tenda Biru" Pak Bejo cukup mudah, Dear. Dari Jalan protokol Slamat Riyadi, tepat di lampu merah Gendekan, tepat di Rumah Sakit DKT Solo, belok kanan menuju Pondok Pesantren Ta'mirul Islam. Lokasinya tepat berada di depan Tugu Lilin Solo - Monument van 25 Jaar "Boedi Oetomo"

Tidak perlu repot mencari, di depan warung terdapat plang berwarna biru dengan tulisan besar Selat Solo "TENDA BIRU" Gudeng Ceker "Pak Bejo" yang terlihat ketika masih jauh dari warung.
Plang Warung Selat Solo "Tenda Biru" Pak Bejo
Plang Warung Selat Solo "Tenda Biru" Pak Bejo
Sesampai di lokasi, jika teman-teman membawa kendaraan sepeda motor, tempat parkir berada di depan warung. Untuk mobil bisa parkir di depan maupun di halaman belakang (ada area cukup luas untuk parkir mobil). Namun, jika teman-teman menggunakan kendaraan umum, bisa naik BST (Batik Solo Trans).

Suasana Warung Selat Solo "Tenda Biru" Pak Bejo

Pada bagian ini, silakan teman-teman baca dengan seksama hehe. Aku akan coba gambarkan sejujur-jujurnya. Waktu dulu kedatangan pertama, aku datang tepat jam makan siang, pukul 11.30an WIB. Itu warungnya bener-bener penuh nuh tanpa ada sela. Bahkan harus antri untuk bisa makan di warung tersebut. Rasanya udah nggak nafsu, untungnya diberi tahu salah satu pengunjung yang sama-sama agak kecewa karena terlalu penuh, kita diinfokan untuk ke warung yang lama saja (yang di depan Ponpes Ta'mirul Islam). Akhirnya, saat itu, aku dan temanku pindah haluan ke warung yang lama (menu sama hanya suasana yang berbeda)
Suasana Warung Selat Solo "Tenda Biru" Pak Bejo
Suasana Warung Selat Solo "Tenda Biru" Pak Bejo

Namun, karena terlanjur sudah pengen di warung yang baru dan karena sudah jatuh cinta banget dengan sop mataharinya, akhirnya beberapa hari yang lalu ke Tenda Biru lagi. Aku dan temanku datang sebelum jam makan siang, sekitar jam 11 tepat sudah sampai lokasi. Alhamdulillah, masih ada lumayan banyak meja yang kosong. Namun, tidak lama dari kedatangan kami, pengunjung langsung membludak Ditambah, cuaca yang begitu terik dan atap warung dari galvalum. Jadinya, hot-hot potato gitu, deh.

Jadi, saran dariku, jika ingin menikmati makan dengan tenang dan lebih nyaman, silakan datang lebih awal dari jam makan siang mulai pukul 10.00 WIB atau setelah jam makan siang usai, sekitar pukul 14.00 WIB.

Menu Makanan Warung Selat Solo "Tenda Biru" Pak Bejo

Nah, aku pikir nih, di warung ini cuman ada Selat tok! Hahah dasar aku.. Yo pasti tidak.. Ada menu-menu lain, Dear. Mulai dari menu nasi gudeg dengan berbagai macam toping (ada toping ayam, ceker, tepong, kepala, paha, ayam suwir, sayap, telur), berbagai menu sop (sop matahari, sop manten, sop galantin, sop lapis), hingga ayam goreng kremes.

Untuk menu minuman, ada berbagai menu es. Yang paling legend katanya sih es gempol pleret dan es telernya, Dear. Tersedia juga menu paket. Untuk harga, aku pikir sih muahal yaa soalnya kan legend, tapi yaa normal sih menurutku untuk satu porsi makanan dengan rasa yang worth to buy. 
Menu Makanan Warung Selat Solo "Tenda Biru" Pak Bejo
Menu Makanan Warung Selat Solo "Tenda Biru" Pak Bejo

Dulu, pas pertama kali nyoba pesan selat galantin. Rasanya pas, manis kuah ada sedikit asem. Khasnya selat ada irisan gelantin, kentang goreng, wortel rebus, dan buncis rebus. Gelantinnya lembut banget. Gak ada tuh tulang-tulang ayam yang ikut kegiling, hehe. InsyaAllah mulus aman untuk gigi. Tapi dulu pas pertama kali, gak sempet ada dokumentasi karena keburu laper hehe.

Kemarin, kedatangan kedua, karena sengaja menyempatkan, jadi sempet untuk foto-foto. Kemarin, aku pesan untuk dua orang : Gudeng Ceker, Sop Matahari, Sop Manten, dan Es Teler. Dan ya Allah... aroma kuahnya itu lohh menguar, bau bawang yang seger gitu. 

Kalau aku bilang, rasa kuah untuk menu-menu sop sama yang membedakan hanya isiannya. Aku paling suka Sop Matahari, soalnya lengkap banget isiannya. Ada daging giling, irisan wortel, irisian jamur kuping, irisan jamur putih yang dibungkus dengan dadaran telur yang membentuk seperti bunga matahari.
Sop Manten, Gudeng Ceker, Es Teler, Sop Matahari
Sop Manten, Gudeng Ceker, Es Teler, Sop Matahari
Untuk Gudeg Cekernya lumayan enak, rasa gudegnya kerasa meski kurang rempah gitu kalau kata lidahku, dan kata temenku juga kurang mantep, tapi kreceknya sih wuenak. Ditambah ada topping ceker yang cukup banyak, dapat 5 ceker dalam seporsi. 

Untuk Sop Manten, kuah dan dagingnya rasanya hampir sama dengan sop matahari. Spesialnya ada taburan biji kacang dan jamur putih yang cukup banyak. Cuman ini itu agak jauh dari ekspektasiku, Sop Manten yang ada dalam pikiranku adalah sop manten Klaten (yang isiannya tuh daging suwir dan ada kentang gorengnya). Tapi worth it kok untuk dicoba, tetep enak.

Dan untuk es telernya, haduhhh syuegerrr banget. Apalagi di luar terik pol, hot summer sekali, jadi kalau nyeruput es, bhhhh udahlah gak bisa berkata-kata. Ini tuh, es telernya nikmat pol, ada degan, alpukat, dan nangka. Terus sirupnya tuh entah sirup apa pokokke enak. Yang paling bikin mantep ya irisan nangkanya, baunya arum.

Masuk di "Rekomendasi Alfiana's Journey" nggak, ya?

Kalau ditanya, ini rekomend atau enggak, aku jawab Warung Selat Solo "Tenda Biru" Pak Bejo ini REKOMEND. Alasannya adalah soal rasa dan kelegendarisan warung Tenda Biru ini sendiri. Rasanya belum ke Solo kalau belum ke sini, Dear.

Jadi, kalau ada agenda ke Solo, silakan mampir ke Warung Selat Solo "Tenda Biru" Pak Bejo. Jangan lupa ajakin akuuu!!

Teman Perjalananmu,
Alfiana :)

 




4 komentar

  1. mbak alfiii, saya catat dulu ya, insyaallah kalau ke surakarta biar bisa mampir ke sini hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa mbak mampir mbak, sate pak manto & selat tenda biru wajib banget dicoba

      Hapus
  2. Malem-malem jadi kelaperan nih Mbaak...

    BalasHapus